Tag-Archive for » KAMMI «

March 02nd, 2010 | Author: AndrikPrastiyono.Net

Malang – Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang. Dalam aksinya mahasiswa menggelar aksi tutup mata merupakan sindiran terhadap wakil rakyat yang selama ini bertingkah seperti tak terlihat oleh rakyat.

Aksi ini meminta wakil rakyat anggota Pansus Century menyebut nama dalam rapat paripurna nanti. more…

Category: Student Movement  | Tags: ,  | 5 Comments
March 02nd, 2010 | Author: AndrikPrastiyono.Net

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Malang menuntut Boediono dan Sri Mulyani dinonaktifkan atau mengundurkan diri karena terindikasi bertanggung jawab atas skandal Bank Century.

Tuntutan itu disampaikan melalui unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (2/3). “Kami juga mendesak Sidang Paripurna berani menyebut nama-nama orang yang bertanggung jawab atas skandal Bank Century,” kata Andrik Prastiyono, Humas Aksi.

Menurutnya, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa yang masih malu-malu untuk mengakui ada kesalahan dalam proses Baillout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. more…

Category: Student Movement  | Tags: ,  | 6 Comments
February 15th, 2010 | Author: AndrikPrastiyono.Net

Ada dua anak kerdil

Yang satu membawa tempurung bocor

Dengan tekad bulat hendak mengeringkan samudra

Yang satu lagi membawa sebatang lidi

Untuk menyapu, membersihkan seluruh dunia

Keduanya bertemu di jalan, dan bersitegang

Pertengkaran mereka merangsang terjadinya letupan ketegangan lebih meluas, dan terjadinya kekacauan yang menakutkan dimana-mana.

(Ki Sudarko, dalam Kidung-Mohamad Sobary)

Jangan-jangan, pada suatu ketika, tanpa sadar kita-lah dua anak kerdil tersebut. Kita pernah bersikukuh mempertahankan sebuah ide tanpa menyadari reliabilitas ide tersebut. Apakah itu yang disebut idealis?

Ketika berpikir tentang KAMMI (organisasi yang menjadi pilihan ideologis saya ketika mahasiswa), pertanyaan remeh-temeh tersebut menjadi penting. Penting karena telah menjadi rahasia umum bahwa organisasi kepemudaan semacam KAMMI merupakan wadah berkumpulnya “manusia-manusia idealis”.  Di KAMMI, kita dididik untuk tak berpikir an sich sebagai individu yang berorientasi pragmatis. Lebih dari itu, kepekaan sosial dan tanggung jawab kebangsaan kita diasah. Maka tak heran, kita menjadi sangat kritis dalam memandang permasalahan bangsa. Kita memiliki deskripsi ideal tentang realitas sekitar, yang pada kenyataannya kita nilai bobrok. more…

Category: Catatan Juang  | Tags: ,  | 6 Comments
September 10th, 2009 | Author: andrik

berubahBerkali-kali kta mendengar kata perubahan. Selalu saja yang terbayang adalah perbaikan. Saat pelayan baru negeri ini terpilih, maka perubahan menjadi satu sisi mata uang yang lain bagi pelayan. Harapan demi harapan beriringan dengan kecemasan. Optimis dan pesimis menjadi nampak begitu kabur sehingga dalam kondisi yang kritis sangat dimungkinkan terjadi ledakan-ledakan emosi.

Pun demikian ketika dalam dinamika sebuah organisasi gerakan mahasiswa, perubahan atau mungkin lebih tepatnya penekanan terjadi dari gerakan jalanan nan reaksioner menuju gerakan berbasis intelektual profetik lalu sekarang mengusung muslim negarawan.

Independensi perubahan.

Sebagai sebuah sunnatullah, perubahan sesungguhnya mejadi sesuatu yang sangat wajar dan netral. Artinya, setiap perubahan selalu mengundang dua konsekuensi, yaitu perbaikan atau kerusakan, kemajuan atau kemunduran. Konsekuensi ini merupakan biaya yang harus dibayar atas sebuah keputusan. Kita telah memutuskan akan berjalan diatas Gerakan Intelektual Profetik.
Kita pun juga telah merumuskan muslim negarawan,maka dimana posisi kita? Disinilah kita dihadapkan pada pilihan, kita akan mewarnai perubahan ini dengan apa? Kebingungan, keyakinan atau dengan ketidakyakinan.

Kader dipersimpangan jalan
Dia berada di KAMMI, bahkan berputar bersamanya. Tapi dia selalu menyenangi untuk menunggu. Ibarat pendatang yang tak tahu arah, sehingga lama diam mematung. Jasadnya mungkin bergerak, tapi pikirannya tidak kunjung bergerak untuk mencari tau apa itu Gerakan Intelektual Profetik. Baginya yang penting saya sering ikut kegiatan KAMMI. Kader seperti ini tentu tidak dapat dibiarkan bingung berkepanjangan.

Dia harapan Gerakan
Semangatnya tinggi. Kecemasan dan kecintaannya membuatnya selalu berusaha mencari sebuah pemahaman terhadap kondisi KAMMI. Seperti Ibrahim yang mencari Tuhanya atau Seorang Muhammad, SAW yang berusaha menemukan kehidupan yang lurus. Dia tidak pernah nyaman dengan stagnasi atau kejumudan. Maka pena nya bergerak merumuskan perbaikan, mulutnya terus berdialeketika, sorot matanya terus menyiratkan keyakinan dan seluruh anggota tubuhnya terus mengasah potensinya.

Apakah dia kader?
Dia berada diKAMMI. Diapun memiliki kecemasan. Tapi semuanya lahir dari rahim ketidakyakinan, apatis dan fatalis. Maka alangkah wajar jika sikapnya sama dengan orang yang alergi dengan KAMMI. Dia kehilangan cerita heroik KAMMI tapi tidak pernah bertanya mengapa. Dia disibukkan dengan pembicaraan orang lain dan tidak memandang perubahan paradigma Gerakan Intelektual Profetik secara objektif, persis cerita orang buta yang memegang gajah.
Jadi, kontribusinya terletak pada cemoohan dan bukan pada solusi.

Solusi Sinergi
Rahim KAMMI telah melahirkan rumusan Gerakan Intelektual Profetik. Paradigma ini harus diusung dengan sinergi antara aksi, kaderisasi dan struktur organisasi. Apa jadinya konsep yang bagus tanpa kaderisasi yang menunjang kearah sana. Jika kaderisasi tidak menunjang, mungkinkah terwujud aksi yang diharapkan. Jika struktur organisasi tidak kunjung ajeg, apakah bisa melahirkan perbaikan. Wallahua’lam, kita puya peluang untuk mewarnai jawabannya.

May 05th, 2009 | Author: andrik

KAMMI sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan KAMMI hadapi
KAMMI relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Ilahi

KAMMI adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

KAMMI adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya

Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi

KAMMI adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan

KAMMI adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Mengoyak dan menumbang kezaliman

Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi

KAMMI adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

KAMMI pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da’wah ini, jalan panjang

Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Ilahi Rabbi.

Dulu, sudah dulu sekali. Senandung sya’ir inilah yang menjadi salah satu sebab ana untuk bergabung bersama KAMMI. Tapi kini, kini sekali. Lihatlah wahai ikhwah. Tidak usah menunjuk orang lain. lihatlah diri kita masing – masing, lalu bertanyalah. Adakah TEKAD itu masih bersemayam pada diri kita ? Adakah IKHLAS itu masih menjadi kunci dalam perjuangan ini ? Apakah JANNAH itu masih menjadi motivasi utama diri ini ?
Category: Computer Science  | Tags: ,  | Leave a Comment
March 31st, 2009 | Author: andrik


Assalamu’alaikum Wr Wb.

Diberitahukan kepada seluruh kader KAMMI seMalang Raya, bahwasanya dalam rangka MILAD KAMMI yang ke XI maka Bidang Eksternal KAMMI Daerah Malang akan mengadakan sebuah agenda bersama bagi seluruh kader KAMMI Malang Raya dan Masyarakat umum. Berikut agenda yang juga merupakan agenda puncak paket politik KAMMDA MALANG 2009 yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 April nanti:

1. Panggung Rakyat.
Orasi Tokoh, Mimbar Bebas Kader, Aksi Simpatik.
(Di Bunderan Veteran UB, jam 8 – 11.30)

2. Dialog Kebangsaan
“Agenda Bangsa VS Kepentingan Partai”
oleh :
a. Prof Mas’ud Said (Pengamat Politik)
b. Ketua KAMMI Pusat.
(Gedung IKA UB, jam 12.30 – 14.45 )

3. Silaturahmi Akbar Kader
“Peran Strategis Muslim Negarawan Sebagai Komponen Utama dalam Membangun Bangsa”
Taujih Oleh Ust Jamalulail (Dosen UIN MALANG)
Kilas Balik Perjalanan KAMMI Malang.
(Gedung IKA UB, jam 15.15 – 17.15)

Selain tiga agenda utama tersebut, insya Allah kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh :

1. Penampilan Teater Langit KAMMI “Pemuda Penyelamat Bangsa”.
2. Penampilan Anak – Anak Jalanan binaan KAMMI.
3. Pameran Lukisan “Mural : Melukis Demokrasi” sepanjang jalan veteran.
4. Lomba Tumpeng antar komisariat.
5. Pemutaran Film Profil KAMMI MALANG.

Demikian pemberitahuan kegiatan ini kami publikasikan, sekaligus sebagai undangan terbuka bagi seluruh kader KAMMI Malang Raya pada khususnya dan Kader KAMMI pada umumnya.

Jazakumullah khoiron katsiro.

Wass wr wb

Andrik Prastiyono
Humas KAMMI DAERAH MALANG.
December 29th, 2008 | Author: andrik
“Jatuh & bangun adalah fitrah perjuangan, kegagalan adalah sebuah medan pendewasaan, kemenangan adalah sebuah lahan pemberdayaan. Bagi seorang muslim, semua situasi adalah tantangan untuk tetap istiqomah, tidak hanyut dalam euphoria berlebihan dan tidak goyah diterpa badai yang mengguncang. Itulah karakteristik yang kita bangun bersama, dan kini KAMMI telah kembali”.
Desember 2008, patut diabadikan sebagai salah satu momentum demokrasi kampus. Di mana, pada masa ini terjadi agenda besar panggung politik mahasiswa dari berbagai fakultas yakni FE, FK, dan FIA. Bagi sebagian mahasiswa, momentum suksesi BEM seringkali hanya dimaknai sebagai peralihan dari satu pemimpin kepada pemimpin yang lain dalam pergantian periode. Padahal, disadari atau tidak, BEM merupakan cerminan dari kondisi mahasiswa di lingkungannya. Dalam bahasa ideologis, pemimpin adalah representasi sebagian besar orang yang dipimpinnya.
Menengok situasi kampus biru tercinta, nuansa perubahan begitu terasa. Perubahan dalam partisipasi publik, perubahan dalam partisipan garis ideologis, dan perubahan dalam selera dan ekspektasi konstituen, (dan mungkin masih banyak perubahan yang kurang teridentifikasi penulis). Fakta umum menyebutkan bahwa terjadi kenaikan partisipasi dari pemilih sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat antusiame mahasiswa semakin meningkat. Di samping itu, eksistensi BEM mulai dirasakan. Selain itu juga kedekatan calon pemimpin itu dengan komunitas mahasiswa kebanyakan berpengaruh signifikan dalam mengakumulasi sura mahasiswa.

Dalam memahami konteks posisi eksekutif maupun legislatif kampus, BEM maupun DPM bukanlah tujuan atau cita-cita yang selalu kita impikan. Kesalahan berpikir dalam memahami situasi ini akan menimbulkan rentetan panjang kesalahan penyikapan pasca peristiwa itu terjadi. Adapun bila terjadi kegagalan, kita cenderung meratapi kegagalan tersebut dan menyalahkan siapa saja yang menjadi penyebab kesalahan sehingga berimbas pada lunturnya nilai-nilai ukhuwah yang sudah dibangun dalam waktu sekian lama. Adapun bila terjadi keberhasilan, maka kita akan terbuai dengan kesuksesan di awal, muncul kesombongan dan mengklaim bahwa semua terjadi karena “aku”. Bila ini yang terjadi maka rusaklah semua pengorbanan yang dilakukan sebelum, saat, dan sesudah suksesi itu sendiri.

Mari melihat dari sudut lain, ketika apa yang kita perjuangkan adalah jalan untuk mencapai cita-cita besar kita, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dalam konteks ini berarti kita ingin berarti dan memberi kontribusi positif bagi fakultas kita, menebarkan semangat perubahan, dan mengukir karya sebagai amalan kebanggaan kita kelak. Maka sudah cukup alasan bagi kita untuk mengayunkan langkah bersama mencapai jalan tersebut.

PEMILWA di sejumlah fakultas telah usai di akhir tahun ini, meskipun hiruk-pikuknya (baca: proses peresmian) belum selesai hingga detik ini, ada fajar harapan tumbuh ketika mereka yang terpilih adalah orang-orang yang dipercaya dapat menjalankan amanah dengan segala kemampuan dan tanggung jawab mereka. Mereka yang berteriak dengan lantang “Kami telah kembali, untuk mengabdi”. Maka bersiaplah untuk mengolah lahan pemberdayaan. Mungkin terasa lelah, tapi itulah tabiatnya jalan yang kita pilih. Air mata, peluh, luka justru mungkin akan menjadi penyelamat ketika kita menghadapi neraca keadilan.

GURU TERBAIK adalah PENGALAMAN

“Aku beruntung aku berada di sini, saat kami merasakan himpitan-himpitan lawan, kala dimana kami berada dalam ketegangan-ketegangan dalam tiap pergantian detik. Di lain waktu, kami merasakan kebahagiaan di atas jerih yang berpeluh-peluh, merasakan kenikmatan sujud bersama saudara kami saat mabit. Dan sekali lagi, aku merasa menjadi orang yang paling beruntung.”

Pengalaman diklaim sebagai modal yang paling berharga dalam menjalani kehidupan. Adapun pengetahuan dan skill merupakan bagian awal sebuah kompetensi. Pengalaman mengabungkan dua kompetensi tersebut dalam waktu yang bersamaan. Hasilnya, fantastis…….pengalaman dapat mengubah cara berpikir seseorang menjadi lebih dewasa.

Bicara masalah pengalaman, maka erat kaitannya dengan sejarah. Pengalaman kita adalah bagian dari masa lalu tentang apa yang pernah kita alami. Dari masa lalu itu, kita belajar menempatkan sisi positif dan negatif, menggali kompetensi, menemukan celah dan merancang sebuah bangunan masa depan. Maka sejarah menempati posisi yang sangat penting dalam upaya mendewasakan diri kita. Dalam kaca mata Islam, sejarah terbaik pernah ditorehkan oleh para pahlawannya dengan dua senjata utama yakni Alqur’an dan as-sunnah.
Dalam konteks PEMILWA yang menjadi arena suksesi eksekutif dan legislatif kampus, seharusnya pengalaman menjadi modal awal kekuatan kita. Coba hitung kembali, berapa kali keterlibatan kita, baik secara personal maupun komunal dalam momen ini diberbagai lingkup. Meski pengalaman tidak selalu berwujud dalam kemenangan, pasti ada nilai yang terkandung dibalik setiap peristiwanya.

Betapa telah cukup pengalaman yang kita rasakan. Catatan harian menjelang suksesi yang diramaikan ikhwah adalah catatan harap-harap dan kecemasan. Betapa kita telah merasakan semua, bagaimana nuansa jiwa kita campur aduk. Hari-hari kita disibukkan dengan berbagai persiapan, kadangkala dibumbuhi dengan perselisihan kecil sebagai fitrah keberagaman. Tempat tinggal kita, mungkin dipenuhi dengan pernak-pernik atribut dan segala pelengkapnya. Itulah guru kita, yang berbentuk pengalaman.

ditulis untuk buletin KIRI KAMMI pasca kemenangan KAMMI di 3 pemilwa fakultas UB.