Wednesday, June 16th, 2010 | Author: AndrikPrastiyono.Net

Piala dunia 2010 telah dimulai untuk pertama kalinya di benua Afrika. Dibalik kemegahan dan kemeriahannya yang ditawarkan oleh Afrika Selatan (Afsel), tersimpan keprihatinan yang memang sengaja di pinggirkan. Salah satunya adalah Blikkiesdorp. Apakah dia ? Dialah, “Kota Apartheid Era Baru “, apartheid yang tak lagi berbicara perbedaan ras, warna kulit atau (mungkin) suku dan agama, melainkan berbicara tentang perbedaan status sosial.

Ya, Blikkiesdorp atau dalam bahasa kita “kota kaleng”, telah menjelma menjadi penjara untuk mengasingkan bagi sekitar 15.000 warga Afrika Selatan dari kelas bawah, para tuna wisma. Blikkiesdorp terletak di Delft, Cape Town dan dibangun oleh pemkot Cape Town pada tahun 2007. Blikkiesdorp menghabiskan biaya lebih dari 30 juta Rand untuk pembangunannya. Menjadi hal yang aneh, karena untuk pembangunan Cape Town Stadium sendiri, negara menghabiskan biaya 4,4 Miliar Rand (sekitar US$ 600 juta). Tempat ini sengaja dibangun, untuk merelokasi seluruh tuna wisma agar sekedar Afrika Selatan tampat eksotik nan menarik untuk sebuah pagelaran akbar yang bernama piala dunia.

Mari kita jalan – jalan sebentar ke kota ini, agar pemahaman kita tentang Afrika Selatan menjadi seimbang :

Kota bagian dalam

lorong masuk kedalam kota

lorong – lorong di dalam kota

WC 1 dipakai beramai – ramai

menikmati “piala dunia” dengan cara sendiri

pagar yang memisahkan dengan dunia luar

dan mobil apartheid yang siap siaga

sumber : disini juga pernah diposting disini.

No related posts.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

18 Responses to “Sisi Lain Piala Dunia 2010 Afrika Selatan : Blikkiesdorp “Kota Kaleng”, Apartheid Modern”

  1. 1
    mbah jiwo Says:

    kopi darat KopdarMalang yuk…

  2. 2
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @mbah jiwo, oke mbah, kapan ? dimana ? segera di jarkom

  3. 3
    arifinfo Says:

    saya juga baca di kaskus :D

  4. 4
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @arifinfo, iya pak, tuh ditulis juga sebagai sumber. :)

  5. 5
    marisa Says:

    ga bisa bayangin ya??
    pasti panas banget.. :(
    kasihan mereka..semoga diberi kekuatan untuk menjalaninya..amin…

  6. 6
    mutiara Says:

    iya, semakin panas saat panas semakin dingin saat dingin ;-(

  7. 7
    Iqmal Says:

    Wah.. miris juga yah ternyata tuan rumahnya.
    Salam kenal yah :shakehand2

  8. 8
    Daiichi Says:

    Dari kaleng.. kaya sarden aja ya.. kalo dingin kedinginan dan kalo panas pasti kaya di OPEN… ;-( :(

  9. 9
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @Daiichi, begitulah sisi lain piala dunia. :)

  10. 10
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @Iqmal, salam kenal juga brother…

  11. 11
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @mutiara, begtulah..

  12. 12
    ok Says:

    bayangin…gimana kalo indonesia yg jadi tuan rumah piala dunia, apa rakyat miskin indonesia juga akan dikesampingkan seperti itu… :(

  13. 13
    kutukupret Says:

    tadinya saya sempet bertanya, “megah sekali stadionnya ternyata afsel sudah semakmur itu” ternyata…makmur u/ yg makmur yg tidak terasingkan :(

  14. 14
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @kutukupret, betul tuh mas..

  15. 15
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @ok, smoga tidak ya.. kasian, seperti sarden nanti.

  16. 16
    bimaSakti85 Says:

    buset ternyata masih ada diskriminasi jiga tho ?
    :o

  17. 17
    AndrikPrastiyono.Net Says:

    @bimaSakti85, ho’oh nih..

  18. 18
    Asop Says:

    Hingar bingar piala dunia merambah ke situ kan? :( :matabelo

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons