Piala dunia 2010 telah dimulai untuk pertama kalinya di benua Afrika. Dibalik kemegahan dan kemeriahannya yang ditawarkan oleh Afrika Selatan (Afsel), tersimpan keprihatinan yang memang sengaja di pinggirkan. Salah satunya adalah Blikkiesdorp. Apakah dia ? Dialah, “Kota Apartheid Era Baru “, apartheid yang tak lagi berbicara perbedaan ras, warna kulit atau (mungkin) suku dan agama, melainkan berbicara tentang perbedaan status sosial.
Ya, Blikkiesdorp atau dalam bahasa kita “kota kaleng”, telah menjelma menjadi penjara untuk mengasingkan bagi sekitar 15.000 warga Afrika Selatan dari kelas bawah, para tuna wisma. Blikkiesdorp terletak di Delft, Cape Town dan dibangun oleh pemkot Cape Town pada tahun 2007. Blikkiesdorp menghabiskan biaya lebih dari 30 juta Rand untuk pembangunannya. Menjadi hal yang aneh, karena untuk pembangunan Cape Town Stadium sendiri, negara menghabiskan biaya 4,4 Miliar Rand (sekitar US$ 600 juta). Tempat ini sengaja dibangun, untuk merelokasi seluruh tuna wisma agar sekedar Afrika Selatan tampat eksotik nan menarik untuk sebuah pagelaran akbar yang bernama piala dunia.
Mari kita jalan – jalan sebentar ke kota ini, agar pemahaman kita tentang Afrika Selatan menjadi seimbang :
menikmati “piala dunia” dengan cara sendiri
pagar yang memisahkan dengan dunia luar
dan mobil apartheid yang siap siaga
sumber : disini juga pernah diposting disini.
No related posts.















June 16th, 2010 at 4:39 am
kopi darat KopdarMalang yuk…
June 16th, 2010 at 4:52 am
@mbah jiwo, oke mbah, kapan ? dimana ? segera di jarkom
June 16th, 2010 at 9:50 am
saya juga baca di kaskus
June 17th, 2010 at 1:11 am
@arifinfo, iya pak, tuh ditulis juga sebagai sumber.
June 21st, 2010 at 12:47 am
ga bisa bayangin ya??
pasti panas banget..
kasihan mereka..semoga diberi kekuatan untuk menjalaninya..amin…
June 22nd, 2010 at 11:50 am
iya, semakin panas saat panas semakin dingin saat dingin
June 23rd, 2010 at 1:13 pm
Wah.. miris juga yah ternyata tuan rumahnya.
Salam kenal yah
June 25th, 2010 at 7:04 am
Dari kaleng.. kaya sarden aja ya.. kalo dingin kedinginan dan kalo panas pasti kaya di OPEN…

June 29th, 2010 at 7:22 am
@Daiichi, begitulah sisi lain piala dunia.
June 29th, 2010 at 7:22 am
@Iqmal, salam kenal juga brother…
June 29th, 2010 at 7:23 am
@mutiara, begtulah..
June 30th, 2010 at 6:30 am
bayangin…gimana kalo indonesia yg jadi tuan rumah piala dunia, apa rakyat miskin indonesia juga akan dikesampingkan seperti itu…
June 30th, 2010 at 6:34 am
tadinya saya sempet bertanya, “megah sekali stadionnya ternyata afsel sudah semakmur itu” ternyata…makmur u/ yg makmur yg tidak terasingkan
July 1st, 2010 at 7:26 am
@kutukupret, betul tuh mas..
July 1st, 2010 at 7:26 am
@ok, smoga tidak ya.. kasian, seperti sarden nanti.
July 4th, 2010 at 11:20 am
buset ternyata masih ada diskriminasi jiga tho ?

July 7th, 2010 at 2:40 am
@bimaSakti85, ho’oh nih..
August 23rd, 2010 at 3:11 pm
Hingar bingar piala dunia merambah ke situ kan?
