Malang – Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang. Dalam aksinya mahasiswa menggelar aksi tutup mata merupakan sindiran terhadap wakil rakyat yang selama ini bertingkah seperti tak terlihat oleh rakyat.
Aksi ini meminta wakil rakyat anggota Pansus Century menyebut nama dalam rapat paripurna nanti. more…
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Malang menuntut Boediono dan Sri Mulyani dinonaktifkan atau mengundurkan diri karena terindikasi bertanggung jawab atas skandal Bank Century.
Tuntutan itu disampaikan melalui unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (2/3). “Kami juga mendesak Sidang Paripurna berani menyebut nama-nama orang yang bertanggung jawab atas skandal Bank Century,” kata Andrik Prastiyono, Humas Aksi.
Menurutnya, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa yang masih malu-malu untuk mengakui ada kesalahan dalam proses Baillout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. more…
Ada dua anak kerdil
Yang satu membawa tempurung bocor
Dengan tekad bulat hendak mengeringkan samudra
Yang satu lagi membawa sebatang lidi
Untuk menyapu, membersihkan seluruh dunia
Keduanya bertemu di jalan, dan bersitegang
Pertengkaran mereka merangsang terjadinya letupan ketegangan lebih meluas, dan terjadinya kekacauan yang menakutkan dimana-mana.
(Ki Sudarko, dalam Kidung-Mohamad Sobary)
Jangan-jangan, pada suatu ketika, tanpa sadar kita-lah dua anak kerdil tersebut. Kita pernah bersikukuh mempertahankan sebuah ide tanpa menyadari reliabilitas ide tersebut. Apakah itu yang disebut idealis?
Ketika berpikir tentang KAMMI (organisasi yang menjadi pilihan ideologis saya ketika mahasiswa), pertanyaan remeh-temeh tersebut menjadi penting. Penting karena telah menjadi rahasia umum bahwa organisasi kepemudaan semacam KAMMI merupakan wadah berkumpulnya “manusia-manusia idealis”. Di KAMMI, kita dididik untuk tak berpikir an sich sebagai individu yang berorientasi pragmatis. Lebih dari itu, kepekaan sosial dan tanggung jawab kebangsaan kita diasah. Maka tak heran, kita menjadi sangat kritis dalam memandang permasalahan bangsa. Kita memiliki deskripsi ideal tentang realitas sekitar, yang pada kenyataannya kita nilai bobrok. more…
Komentar Terbaru