AndrikPrastiyono.Net >>
Andrik Prastiyono,
adalah nama yang diberikan oleh ibunda tercinta kepada saya. “Cerdas dan Berbakti Kepada Orang Tua”,
begitu artinya kata beliau. Meski sampai sekarang saya belum menemukan bukti empiris mengenai arti kata tersebut, tapi saya yang akan membuktikan doa kedua orang tua dalam nama ini
. Saya lahir 20 Mei 1987,
ba’da subuh, ditengah teriknya bulan ramadhan, begitu kata ibu. Di desa Kepuhrejo, Takeran, Magetan, sebuah kabupaten dilereng gunung Lawu, Jawa Timur, Indonesia.
Menyelesaikan pendidikan dasar sampai menengah di Magetan. Dan, kini sedang menempuh pendidikan tinggi, di S1 jurusan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang. ![]()
Serial perjalanan “memakan” bangku sekolahan;
TK 1993 – 1994 ( Persaudaraan
dan cinta
)
TK Cenderewasih, adalah basecamp tempat saya bermain dan belajar saat TK dulu. Disini, saya memiliki kelompok bermain yang anggotanya itu – itu saja, dengan segala persaudaraan
dan perpecahan
yang timbul, tentu saja. Ya, itulah kelompok yang kemudian saya menyebutnya sahabat masa kecil. Sahabat masa kecil ini, adalah anak satu kampung. Bahkan, menurut versi ibu, masih ada hubungan jauh secara darah. Ada banyak kenangan tentang mereka.
Kami terdiri dari 3 orang, cowok semua
,
,
. Cowok yang satunya merupakan anak yang atletis dan relatif mapan secara materil dibandingkan saya. Beliau rajin ikut ayahnya mengolah sawah. Mencangkul, membajak sawah dengan sapi, menanam padi, sampai menebang rumput gajah. Mungkin itulah yang menyebabkan beliau ini berbadan atletis. He he.
Cowok yang satunya lagi, merupakan cowok yang pemarah dan seneng banget ngambek. Biasalah anak cowok tunggal, gayanya sok istimewa. Padahal cuman nyari perhatian aja…hwehehe! Dasar! Biasanya dia bilang sudah ngak mau temenan dengan kami lagi… halah….klise banget. Gaya main anak kecil. Tunggu aja barang 10-15 menit. Udah baikan lagi…Bahkan makin akrab…Hehehe! ![]()
Main ledek-ledekan adalah musimnya anak – anak waktu itu. Biasanya kami saling menjodoh-jodohkan antara yang satu dengan yang lain. Bagi kami yang waktu itu masih kecil, lugu, polos, kampungan, katrok, imut-imut (halah…imut-imut?) tapi sedikit terdistorsi pilem India, kami biasa menuliskan nama seorang cowok dan cewek bersama-sama. Misalnya, Addin dan Yeni dalam suatu gambar berbentuk hati. Tujuan awalnya cuma main-main. Menggoda salah seorang teman kami. Namun, kadangkala terjadi ‘kebencian’ antara yang saling dijodohkan. Sok jual mahal kalau ketemu. Nggak mau main dan temenan lagi. Di kebanyakan kasus yang terjadi malah sebaliknya, yang dijodoh-jodohkan makin akrab dan seakan-akan ‘mencintai’ yang lain. Weleh-weleh….
Setelah dari TK, jalan hidup-pun berubah, kami smua terpisah ditiga SD yang berbeda. Anak cowok tunggal itu, kini bahkan mempunyai adik yang masih kecil – kecil. Dan sang atletis, denger – denger saat ini sedang mencoba melamar menjadi satpam, setelah cita – citanya masuk TNI POLRI kandas ditengah jalan. Saya ? ya..masih seperti ini..
Ini hanya sedikit kenangan dimasa TK, saat sudah di SD juga berubah lagi. Ganti gebetan lah…. pilihan di SD lebih banyak dan lebih berkualitas buat dijadiin gebetan…^_^, tapi untuk sahabat dan persaudaraan, takkan tergantikan!
S D 1994 – 2000 (Persaudaraan , persaudaraan dan persiapan)
SDN Kepuhrejo 1, menjadi saksi bisu pertumbuhan saya semasa belum baligh. PerSahabat-an yang terbentuk di SD adalah sebuah persahabat besar, terdiri dari 10 cowok, (Addin, Andrik, Avid, Didik, Luki, Prapto, Sigit, Sutris, Yepta ,Yogik), dan 6 cewek (Anna, Usi, Yenni, Endang, Lupa, Lupa). Maaf…2 nama terakhir tidak berhasil saya bangkitkan dari memori terdalam…he he..insya Allah nanti kalau pas pulang kampung saya cari info deh.
Kok bisa sampai 16 ? iya, soalnya satu kelas kami memang hanya ada 16 siswa, mirip – miriplah dengan kisah Laskar Pelangi. Biasanya, kami terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok cowok dan kelompok cewek.
Dengan pandangan tentang perbedaan gender, biasanya kami sering ledek-ledekan antara kami yang cowok dengan mereka yang cewek. Biasanya yang jadi bahan ledekan bagi kami adalah orang tua yang diledek. Terus gantian yang diledek ngeledek orangtua yang mengeledek. Kalau lagi musim main ngeledek kayak gini, biasanya suasana jadi panas. Tapi begitu musim berubah, misalnya jadi musim hujan, maka suasana jadi dingin….
Dan, khusus dikelompok cowok, biasanya kami mesti mengambil salah satu personil untuk dijadikan korban bulan – bulanan ejek – ejekan teman – teman. Biasanya, adalah si Addin, putra guru olahraga, sekaligus guru PPKn, sekaligus guru kesenian, sekaligus pembina pramuka, sekaligus algojo eksekutor bagi siswa yang berkuku panjang nan hitam serta berambut melebihi daun telinga. Hehe..
Kenapa bukan saya? Hmm..meski secara fisik, termasuk yang paling kecil, saat SD, mulai dari kelas 1 – kelas 6, biasanya saya selalu meraih rangking 1, paling jelek ya rangking 2. Jadilah teman – teman pada sungkan. Itulah enaknya jadi orang pinter. ![]()
Dalam catatan sejarah persahabatan, ini adalah masa-masa ternakal kedua. Banyak kegiatan dan aktifitas kami yang berlebihan. Pernah suatu hari, kami membakar daun pisang yang sudah tua, klaras, dari ujung bawah ke ujung atas. Dengan imaginasi efek permainan domino, api menjalar kemana-mana. Yang tidak kami perhitungkan, pohon pisang itu ada di dekat gudang kayu…hampir saja terjadi seseuatu yang keren, kembang api di kampung kami…Beruntung ada seorang bapak pulang dari sawah dan memergoki kami, api pun segera beliau padamkan….(Weleh-weleh…bocah edan…bocah edan…
. Kami kemana? Ya melarikan diri lah…
Biasanya, dibulan Ramadhan kami membuat petasan. Rame – rame mencuri bambu “makwek” (sebutan kami pada seorang mbah yang sudah wek / tua). Setelah itu, kami rombak menjadi dor – doran. Dengan sedikit style ala film –film action, kami menyulut lubang di pangkal bambu. BOOOOOMMMMM! Jadilah meriam bambu…
Selain beberapa kegiatan tidak berguna tersebut, kami juga melatih diri ( padahal cuman main-main..) dengan hal-hal yang positif. Bahkan di kemudian hari, saya tahu bahwa kagiatan itu merupakan persiapan jihad fi sabilillah….(halah…bahasane kaya’ ustadz..).
Apa saja ? pertama, di masa ini kami belajar ngaji baca secara lebih intensif. Di kampung hanya ada 1 TPA, dan setelah melalui perjuangan yang berat, keluar masuk sampai 3 kali, saya tidak pernah berhasil diwisuda dari TPA ini. Bahkan, karena saking perhatiannya orang tua, saya bahkan sempat diekspor ke TPA diluar kampung. Hasilnya ? tetap saja gagal diwisuda. Entah apa atau siapa yang salah. Sampai akhirnya, kesabaran ayah sampai dititik nadirnya, jadilah saya santri ngaji pada abiku seorang diri.
Hasilnya…ehem..ehem..sekarang bolehlah, kalau ada yang mau mengecek bacaan qur’an saya.
Yang kedua adalah berenang. Di kampung kami ada sungai yang cukup dalam, waktu itu dalamnya sekitar 2 meter, sekarang tinggal 0.5 meteran karena pengendapan. Di tempat ini kami biasa bermain-main dengan menggunakan batang pisang sebagai pengganti pelampung. Kami biasa bermain-main dengan ditemani orang tua, tapi lebih sering hanya anak-anak. Maka jangan heran kalau satu dua anak pernah tenggelam dan atau ditenggelamkan oleh anak lain… Saya termasuk yang ditenggelamkan…Hehehe…Dengan banyak berlatih, sebagian besar anggota geng kami bisa berenang. Sedangkan mereka yang terkenal alim dan anak mamah akhirnya tidak bisa berenang di kemudian hari. Konklusinya…kalau pengen bisa renang, jadilah anak nakal..(lho…?), ya belajar renang lah!
Memanah. Kami biasa membuat busur panah yang terintegrasi dengan senjata laras panjang. Namanya apa ya? Lupa. Tali busurnya terbuat dari karet pentil atau ban dalam yang dipotong. Anak panahnya dibuat dari kayu panjang sekitar 3o centi dengan ujung tambahan dari potongan ruji yang ditajamkan. Cukup untuk membuat buta mata seseorang. Senjata lain yang kami buat adalah ketapel, plintheng, biasanya kami gunakan untuk menjatuhkan buah-buahan tetangga (nyolong…^_^) dan menembaki burung-burung. Itung-itung latihan INTIFADHAH…Allahu akbar!
Yang terakhir adalah latihan menunggang ‘kuda besi’. Karena masih SD, kami hanya naik sepeda saja. saya dibelikan sepeda mini oleh Bapak untuk latihan. Sempat jatuh beberapa kali juga. Dengan segala daya dan upaya ana bisa mengendarai sepeda mini itu kemana-mana….(Kayak akhwat kampus aja…naik sepeda mini). Saat yang tak terlupakan adalah, saat UAN kelas 6. Kami, harus menempuh ujian diluar desa kami. Mengenai kenapa tidak ujian di SD kami sendiri, saya tidak tahu alasan pastinya. Mungkin sama dengan kisahnya Laskar Pelangi. Jaraknya sekitar 5-7 km dari sekolah kami. Kecuali Addin, kami semua naik sepeda bersama – sama kelokasi ujian. Jadilah kami seperti rombongan konvoi, layaknya pasukan nabi yang akan menaklukan kota Makkah. Akhirnya takluklah ujian itu dengan menempatkan saya sebagai peraih nilai terbaik. (di antara 15 sahabat yang lain).
SMP 2000 – 2003 (Masa – masa anarkis)
SMP 1 Kawedanan, Sebagai konsekwensi peraih NEM terbaik, maka saya menanggung beban moral untuk kelanjutan studi selanjutnya. Ibu, yang memang lahir dari keluarga terdidik, mengarahkan (baca : memaksa) saya untuk masuk di SMP SaKa, yang kemudian hari saya ketahui sebagai salah satu SMP berstandar nasional di Magetan. Hati kecil ini sebenarnya menolak, karena tidak banyak sahabat – sahabat saya di SD yang bisa melanjutkan sekolah disini. Saya (yang masih polos) ingin memilih SMP 2, selain lokasinya dekat dengan rumah, juga mayoritas sahabat saya sekolah disini. Namun, karena demi berbakti pada ibu, jadilah saya melanjutkan di SMP 1.
Awal masuk kelas satu, semua berjalan dengan normal. Bahkan, dipenerimaan raport cawu 1, saya menempati peringkat 2 dari 44 siswa – siswi terbaik diseantero Magetan bagian selatan. Sebuah prestasi yang jarang diraih, oleh anak dari desa saya yang memang sedikit yang bisa sekolah disini. Ibu, begitu bangga.
Sampai akhirnya, pertengah kelas 2, bencana (Anugrah) itu tiba. Dalam catatan sejarah, ini adalah masa-masa ternakal saya. Hmm..sebenarnya bukan nakal sih, tapi berani yang kelewat batas. Saya yang dari ndeso, katrok dan ndak tau apa – apa ini, hanya menjalankan prinsip yang saya dapatkan dari guru – guru di SD. “Pertahankan hakmu, jika kamu merasa benar”. Termasuk, hari itu, saat ada seorang teman (yang namanya saya lupa) beserta gengnya, me”ngompas” saya. Meminta uang pajak, begitu istilahnya. Jadilah, prinsip hidup saya seperti diinjak – injak. Akhirnya ? jadilah pertarungan tidak seimbang antara satu lawan 4 – 5 plus “preman” kakak kelas. Hwehehehe..kepala sobek, menjadi konswekensinya.
Ayah, ibu, kakak dan seluruh keluarga besar bereaksi, macam – macam isinya. Dan, hasil yang harus saya tanggung adalah, PINDAH SEKOLAH , dan PINDAH RUMAH, tinggal bersama mbah Kung.
SMP 1 Maospati 2001 – 2003 (Masa – Masa Akademis Apatis )
SMP 1 Maospati, salah satu SMP unggulan di Magetan (Selalu bersaing dengan SMP 1 Magetan dan SMP 1 Kawedanan), yang terkenal sebagai tempat sekolahan anak para TNI AU. Karena memang letaknya berada dikawasan komplek Markas TNI AU Iswahyudi. Minder dan malu, adalah perasaan yang selalu berputar – putar dikepala, saat paman mengantarkan pertama kali untuk pindah sekolah.
Saya masuk pada pertengahan catur wulan pertama kelas 2, saat pelajaran sudah berjalan setengah jalan dalam catur wulan yang bersangkutan. Menjadikan saya sangat kewalahan untuk mengejar pelajaran yang sangat berbeda dari yang saya dapatkan di sekolah sebelumnya. Apalagi dengan wanti – wanti dari orang tua untuk jangan sampai berkelahi lagi. Menjadikan masa ini benar – benar masa metamorfosis kehidupan.
Di kelas dua SMP ini adalah masa dimana saya tidak banyak beraktifitas. Sebagian besar waktu saya gunakan untuk belajar (cieeee….belajar!). Bentuk-bentuk aksi anarkis berubah menjadi aktifitas yang serba rumahan dan sekolahan. Maka jangan heran kalau di masa itu saya hanya keluyuran di sekitar rumah mbah. Bahkan bisa dikatakan kalau saya sangat KUPER (KUrang cukuP kERen…
. Di sekolah pun, saya hanya terkenal dengan geng triple A (Andrik, Ali, Amir). Sama – sama pendiam, sama – sama kuper, sama – sama katrok, dan sama – sama “pinter”, hehe..
Tibalah saat pembagian raport catur wulan pertama dikelas dua dan disekolah yang baru. Hasilnya ? alhamdulillah, peringkat 8 dari 10 besar. Meski dikemudian hari saya tersadar, ternyata smua siswa masuk dalam sepuluh besar, bahkan peringkat 5 besar ditempati oleh lebih dari separuh kelas. Hiks..hiks..artinya, inilah prestasi terjelek sepanjang sejarah AndrikPrastiyono bersekolah. Jadilah hampir 2 hari hanya mewek – mewek, nangis dan murung didalam kamar. Maklum, anak kecil yang biasa mendapatkan juara kelas, lalu tiba – tiba terlempar di ambang batas degradasi, adalah sesuatu yang berat. Bahkan satu – satunya nilai 6, saya dapatkan dengan sukses dimasa ini, dimata pelajaran tata busana, dengan pengajar ibu Sujiati, yang dimasa selanjutnya, ternyata adalah ibu dari sahabat saya, Akhi Yudi Hermawan. Hanya mbah Kung, yang pensiunan PT KAI, yang memberikan semangat hidup, membujuk, merayu dengan segala cara. Dibelikan berbagai macam jajanan, bahkan es krim satu gelas besar. Matur nuwun mbah..
Di sekolah saya terkenal pendiam (dan lugu………….SERIUS)…… Hal itu pernah diungkapkan oleh beberapa guru yang menaruh perhatian padaku. Bahkan berhubungan dengan dunia luar sekalipun saya lebih sering menggunakan media televisi. Memang, penyebab utama saya menjadi jarang bergaul dengan teman yang lain adalah perasaan minder yang berlebihan. Bagaimana tidak, dikelas saya yang baru ini sebagian besar adalah anak Kota, yang gaul, intelek dan matre. Sedangkan saya, anak ndeso dan katrok. Hal inilah yang harus saya perbaiki, begitu kata guruku.
Dan, sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan, akhirnya perjuangan itu membuahkan hasil. Dari juara 8, meloncat ke juara 2 di catur wulan kedua, lalu juara pertama di catur wulan ketiga. Teman – teman yang smula memandang sebelah mata, kini harus menggunakan dua bola mata membelalak untuk melihatku. J
Sistem sekolah ini mengelompokkan anak-anak pinter dalam satu kelas. Hasilnya seperti biasa, kelas kami selalu menempati ranking teratas pararel. Dan ini berlanjut sampai ke kelas 3 SMP. Kelas unggulan istilahnya. Geng saya masa SMP adalah yang terbentuk dari anak-anak pinter ini. (Cie..cie..cie..sok pinter) Geng yang tidak semua orang boleh masuk, khusus anak pinter di SMP itu. Super Exclusive Club. Yang kemudian, kini saya sadari, justru inilah batasan pergaulan baru yang kami buat.
Masa SMP, apatis banget…hanya mengejar akademis (Peraih NEM terbaik kedua se SMP 1 Maospati)…, tapi alhamdulillah, mempertemukan dengan banyak sahabat dan orang – orang spesial dikemudian hari.
SMA 2003 – 2006 (Mulai Jadi Aktivis)
SMA 1 Maospati
Saya masuk ke SMA dalam rangka mengejar cita-cita. Dan SMA 1 Maospati adalah pilihan terakhir saya, setelah niat bersekolah di SMA 1 Magetan, SMA 2 dan SMA 3 Madiun ditolak oleh orang tua. Meski dari semua pilihan SMA itu, tidak ada yang menolak saya. Alasannya sederhana, jaraknya terlalu jauh dari rumah. Nanti gimana sekolahnya, apalagi belum bisa naik motor. Ngekost? Orang tua belum tega melepaskankan anak kesayangannya ini. Akhirnya dicapailah sebuah konsensus, SMAnya yang dekat – dekat saja, toh secara kualitas SMANTI tidak kalah dengan ketiga SMA yang lain, nanti kalau kuliah baru cari yang bagus dan jauh sekalian. Jadilah, saya mendaftar ke SMA ini dihari terakhir pendaftaran. Sukses menggeser 350 lebih rangking pendaftar sebelumnya.
Bisa dikatakan bahwa pada masa SMA ini, saya termasuk sedang dalam proses pencarian. Mencari jati diri, begitu bahasa psikologi umum yang dipakai. Oleh sebab itulah beragam aktifitas dan keadaan pernah saya coba dimasa ini. Sebuah pencarian panjang yang akhirnya saya temukan di sekolah ini. Sebuah pencarian untuk menemukan hakikat kehidupan. Sebuah pencarian untuk mencari tujuan hidup. Sebuah pencarian kehidupan untuk mencari apa yang seharusnya saya cari.
Di kelas satu SMA, saya ditunjuk sebagai ketua kelas. Tidak mau mengulang image introvert yang pernah melekat dimasa SMP, akhirnya sikap dan prilaku saya berubah hampir 360 derajat, alias tidak begitu banyak. Hehehe.. jika selama di smp hanya bergaul dengan triple A. Maka, dikelas ini saya bergaul dengan semua anggota kelas. Tentu saja karena tugas saya sebagai ketua kelas. Ngambil kapur, manggil guru, pengumuman – pengumuman, sampai urusan teman yang tidak masuk, otomatis menjadi otoritas saya untuk mengayominya. Hal ini yang mendekatkan saya dengan semua kalangan dikelas, termasuk dengan hampir semua guru tidak ada yang tidak mengenal saya. (hmm..sok GR gak ya?). Apalagi dengan prestasi akademik yang selalu menjadi juara 1. Semakin mengokohkan posisi ini.
Satu hal, yang menjadi titik tolak perubahan saya dimasa ini adalah, taujih (red:nasehat) dari seorang kakak kelas , bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademisnya, tapi banyak faktor lain yang ikut menentukan, soft skill, jaringan, management, leadership, dan juga faktor pertolongan Allah SWT. Dari kata – kata itulah, kemudian merubah hidup saya. Selain menjadi akademisi yang langganan juara kelas, juga sebagai seorang pemimpin, manager, luar pergaulan, bahkan dikemudian hari sering dipanggil ustad (atau mbah modin..).
Di akhir kelas satu SMA, saya mulai mengenal organisasi dan berkecimpung didalamnya. Hampir semua organisasi di SMA saya suka, kecuali pramuka. Alasannya sederhana, gayanya yang sok – sokan otoriter, suka “memusuhi” anak – anak masjid, dan pergaulan laki – laki perempuan yang tidak terjaga. dan ini tidak berlaku untuk Gerakan Pramuka secara umum, ini hanya kasuistis di SMA saya dijaman saya sekolah saja. Semoga sekarang sudah berubah, karena kemudian saya mengetahui ada gerakan pramuka (kepanduan) yang justru orang – orangnya shaleh dan shalehah, tidak sok berkuasa, bahkan jauh lebih religius dari sebagian yang mengaku sebagai ormas agama.
Pada usia 17 tahun, atau tepatnya sesaat setelah kenaikan kelas 2 SMA, saya menjabat sebagai ketua Formasi, Forum Amal dan Studi islam. Meski sebelumnya pernah ditawari untuk menjadi ketua OSIS, namun saya menolaknya. Karna memang FORMASI, saat itu, jauh lebih berkelas daripada OSIS. Bagaimana tidak, ketua OSIS adalah salah satu staf di departemen di FORMASI. Begitupun dengan para punggawa OSIS yang lain, hampir semuanya adalah anggota FORMASI juga. Di FORMASI ini pula saya mendapatkan keluarga baru. Bahkan keluarga besar, karena memang jaringan alumninya yang sangat kuat.
(to be continue..)
Sekilas Kenangan Masa – Masa Kuliah
Amanda (Ketua KAMMI Jatim), Ust Lutfi (Presiden PKS), Ust. Tif (Menkominfo), Andrik
Ust. Lutfi Hasan Ishaq, Menristek RI, Andrik
Andrik & Rombongan TPN KAMMI Sarapan Pagi Bersama Gubernur Jawa Barat
Andrik dan Pak Misbakhun (Inisiator Hak Angket Pansus Century DPR RI)
Andrik (dkk) bersama Ust Satria Hadi Lubis
Andrik Bersama Saudara – Saudara Seperjuangan di Brawijaya













salam kanal y0 mas….
:
kpn2 maen ke Banten…
kok ‘Justice Welfare Party’ mas ???
bukannya yang bener ‘Prosperous Justice Party’…. ? maksudnya PKS kan ?
AndrikPrastiyono.Net reply on May 6th, 2010 12:08 pm:
@holmes1412, o.. begitu ya ? hehe..
aslkm
salam kenal..
mg sudi mampir ke ‘gubuk’saya..
^__^
AndrikPrastiyono.Net reply on April 28th, 2010 12:02 pm:
@aisyah muna,Wa’alaikumsalam wr wb. o tentu mbak aisy
Salam kenal, Mas!

AndrikPrastiyono.Net reply on April 9th, 2010 1:53 am:
@Asop, iya.. salam kenal juga mas. nice to meet you.
wah dekat dengan kota saya.mampir aja.
AndrikPrastiyono.Net reply on March 28th, 2010 11:24 am:
@yoko, boleh..kapan nih kita bisa silaturahmi ?
assalamualaikum..
hallow.. lapor mas.. link udah aq tautkan.. salam kenal ya.. wah.. aktivis neh..hehe.. salam gan.. yakusa jg.. semangat..
AndrikPrastiyono.Net reply on March 16th, 2010 1:23 pm:
@muhammad zakariah, wa’alaikumsalam wr wb mas.. terima kasih .
. saya suka slogan itu, yakusa = yakin usaha (dengan ijin Allah SWT) (pasti) sampai.
nuhun sarannya mbah..
blog ini malah ngga ke ada di halaman pertama gogle.
- sudah daftar di google?
- di ping my blog
coba dulu deh…
AndrikPrastiyono.Net reply on March 13th, 2010 11:33 am:
@mbah jiwo, Mbah kapan balik dari arudam ?
@ moslem keadilan : apakah kita sudah kenal sebelumnya? hehe..afwan, Andrik jadi pelupa.
87? oalah, saya kira seangkatan sm ana, 2002. ternyataaa..
pa kabar ndrik? gmn perusahaan it nya? lancar?
@ de’ aya : terima kasih atas sanjungannya. moga2 ndak mbuat mas tersandung.
hmmm…baguss site yang baruuuuu
@ akh fajar : ana juga asiiikSekali bisa ketemu akh fajar disini.
loh..ada mbak jiwo…
alhamdulillah… AsikSekali™ bisa ketemu ama Andrik sisini..
@ mbah jiwo : cucu sudah sowan kok mbah.. sebenarnya ini masih sangat pendek untuk menceritakan siapa diri ini. hehehe
kesan pertama mbah : panjang sekali ‘about me’nya…kalau kebanyakan nulis beginian si andrik ga akan mampir2 ke blog embah…apalagi comment…
hu hu berharap ndrik.
salam kenal juga . wah..magetan ya? saya juga asli magetan..
salam kenal mas
@ Ivan Jaya : salam kenal juga bro, masih versi beta.
Salam kenal.
Refresh juga ya bro, brand new yah..?
Btw, kotak yang diatas postingan yang beritanya bergeser-geser itu pake plugin yah..?
Kalo iya, apa nama plugin nya..?