Beberapa hari ini, saat ngampus. Melanjutkan perjuangan
, untuk menyelesaikan penelitian skripsi
. Sekilas, saat melewati widyaloka, ada sesuatu yang lain. Orang – orang bergerombol, ada wajah – wajah asing yang masih segar, ada pula aktivis dakwah kampus yang dengan semangat menawarkan bantuan. Hmm.. ada apa ya ? Setelah sejenak berfikir,
Oo..pantas, sekarang sudah masuk masa daftar ulang mahasiswa baru jalur PSB. Barakallah ya
..kepada adik – adik yang sudah diterima. Pasti senang kan ?
Pasti bangga kan ?
Sama seperti yang saya rasakan dulu. Perjuangan berdarah – darah
selama zaman abu – abu putih, seolah hilang seketika, tergantikan dengan kebahagiaan diterima di Universitas Idaman. Jangan lupa disyukuri, agar nikmatNya semakin ditambah. Untuk adik – adik, yang belum diterima, jangan khawatir
. Masih banyak jalan menuju roma Brawijaya, klik saja disini. more…
Archive for » April, 2010 «
Hari ini kita sangat prihatin melihat kiprah para wanita kita. Sosok itu ternyata hampir benar-benar tenggelam atau tenggelam benar oleh keanggunannya. Sebuah fitrah kodrati yang senatiasa membelenggu mereka dan pledoi bahwa pembawaan merekalah seperti itu.
21 april biasanya pasti ramai di televisi, kelahiran Kartini diperingati di pelosok tanah air ini. Kelahiran yang melahirkan sebuah nilai perjuangan wanita Indonesia, disebutlah EMANSIPASI WANITA. Bagi mereka tidak ada peringatan akan kelahirannya, meski mengambil momen hari kelahirannya. Mereka telah menemukan sesuatu dibalik diturunkannya Kartini di muka bumi, jalan hidup hingga ajal menjemputnya.
Sementara di sisi lain ada yang mengambil tema diskusi baru ; “Meluruskan Sejarah Kartini” dengan meng-counter pada titik ekstrem bukan Habis Gelap Terbitlah Terang –sejarahnya, tetapi Dari Gelap Menuju Terang. Pergeseran isu 21 april ini sarat muatan idelogisasi, katanya. Benarlah memang, “otak-atik” kata – kata : gelap – terbit – menuju – terang kalau padan-padankan sama saja. Bahwa Kartini mempunyai asal “dunia kegelapan”, Dia berubah dan Dia menemukan “ dunia yang terang”. Tentu membicarakan perbedaan ini tidak menarik lagi. Tentang maksud “dunia terang” macam apa yang didapat Kartini disitulah protes sejarah bagi kaum ideologis. more…
Pernahkah engkau membayangkan memiliki seorang Ibunda yang senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang ?
Saya pernah. Terutama dulu, ketika masih tinggal bersama seorang sahabat di Ibnu Khaldun. Hampir setiap 2 pekan sekali, beliau selalu mendapat kunjungan dari Ibundanya (Yang sungguh luar biasa) dari luar kota. Sekedar untuk menjenguk, memberikan perhatian, atau kasih sayang.
Kalaupun, tak bisa hadir secara fisik, beliau sering mendapatkan tanda cinta itu dari Ibundanya, baik berupa paketan buah – buahan, alat – alat rumah tangga, keperluan sehari – hari, bahkan kue ulang tahun disaat miladnya.
Bukan, bukan saya ingin membandingkan kasih sayang ibu saya dengan ibu beliau.
Karena saya tahu, setiap ibu pasti menyayangi putranya. Karena saya faham, setiap ibu memiliki cara tersendiri dalam memberikan kasih sayang kepada putranya. Dan, Subhanallah, Ibu saya memilih menyayangi tanpa memanjakan.
more…
…dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang – orang yang mewarisi (bumi). Al Qashash : 5)
Indah sekali agama ini memberikan mandat ”mulia” kepada manusia untuk menjadi pemimpin. Kita akan menjadi bangga tentunya sebagai manusia karena janji Sang pencipta tersebut. Kita tidak akan menemukan dalam kitab manapun bahwa mandat sebesar itu akan diberikan Tuhan kepada manusia. Dalam kitabnya, Ibnu Katsir mengulas sejarah turunnya ayat di atas memang berkaitan dengan Bani Israel yang diperbudak Fir’aun, kemudian Allah meninggikannya karena mereka adalah kaum pilihan. Mengapa kemudian Allah tidak memilih yang lain ? tentunya karena Allah telah memilihnya bukan ?. Begitu juga pemuda Al Fatih yang menaklukkan kontantinopel, sekelas Umar Bin Khattab-pun tidak diberikan kesempatan itu.
Perubahan Zaman
Ya ini adalah zaman baru ketika semua telah berubah. Ini adalah zaman baru, ketika aroma kebebasan telah menusuk hidung. Zaman yang telah melahirkan sekian banyak kondisi, perubahan, bahkan mengeluarkan pahlawan dari rahim zaman. Kegelapan berganti cerahnya mentari. Kebekuan berganti cairnya komunikasi dan informasi, tekanan dan ketakutan sirna berganti keberanian berbicara, bebas berekspresi. more…
Burung kecil itu mencengkeram kertas lusuh,
Perlahan demi perlahan dimasukkannya dari sela-sela batang,
Ranting kering , daun dan lainnya
Menanti, menyusun dalam bangunan
Sarang yang nyaman.
[magetan, 3 april 10. in memorian first step toward "membangun sarang"]













Komentar Terbaru