Sahabat, subhanallah..kata ini begitu indah untuk diucapkan dan dirasakan. Dan seindah itu pulalah perhatian dari seorang sahabat. Dan, kali ini saya mendapatkan sebuah kejutan dari seorang sahabat blog saya, Delia, yang dari profilnya saya tahu, beliau adalah seorang pejuang yang tangguh dalam menghadapi tantangan hidup, serta mensyukuri nikmatNya.
Wujud perhatian dari sahabat, tak harus berupa materi.
Bisa saja hal – hal sederhana semacam ini, asal ikhlas, pastilah ketulusan itu bisa dirasakan oleh sahabat. Baiklah, tanpa berpanjang kata, inilah jawaban saya dari tugas yang diberikan oleh sahabat saya.
1. Siapakah diri anda dirumah?
Dikampung , lereng gunung Lawu, saya adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Anak desa yang jauh dari sentuhan hiruk pikuk keramaian dunia.
Cah Angon (pengembala) kambing. Mengajar ngaji anak – anak disurau. Memijiti ayah yang kecapaian sepulang dari ladang. Menjadi kurir belanja Bunda. Kiranya demikianlah, saya dirumah. Dan kini, sedang bermetamorfosis, diamanahi mencari ilmu ditanah orang. Hiks..
jadi ingat rumah. more…
Hari – hari yang silih datang berganti adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan.
Adalah sebuah keniscayaan untuk kemudian mengisi lembaran hari – hari itu dengan amalan yang terbaik. Jika tidak, kesempatan amal itu akan lenyap secepat gerakan awan. Atau, ketika kita menunda – menunda pekerjaan, itulah tanda orang yang merugi,
dan jika ia bersampan dengan kemalasan, maka tak ada pilihan baginya, selain ia akan tenggelam bersamanya.
Mengisi hari adalah sebuah keniscayaan, tapi “memanfaatkan” hari adalah sebuah lompatan. Karena kehidupan kita, dihitung dengan setiap tarikan dan hembusan nafas. Maka, memanfaatkan tiap nafas untuk yang terbaik adalah sebuah keharusan untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam akumulasi – akumulasi episode kehidupan. Sedangkan makna definitf dari tujuan hidup tersebut, dapat terjemahkan dalam visi kehidupan kita. Visi kehidupanlah nafas kehidupan kita.
Karena dengan visi dapat membuat kita bergairah, dengan sumbangan khas yang dapat kita buat, Pribadi – pribadi muslim visioner, senantiasa memiliki visi – visi besar dalam kehidupan mereka, Yang itu terdefiniskan dalam cita – cita mereka.
Dari cita – cita besar itulah kemudian lahir pemikiran – pemikiran besar, yang akhirnya tervisualisasikan dalam pekerjaan – pekerjaan besar. more…
Secara, sudah semester 8. Sudah tidak muda lagi
bagi ukuran umur akademis seorang mahasiswa. Sudah punya 3 adik kelas. Beberapa bulan lagi, adik yang ke empat akan datang.
Pertanda, harus segera packing, menyelesaikan amanah sebagai mahasiswa S1 Ilmu Komputer UB.
Menjemput amanah yang lebih besar, menjadi masyarakat. Mengamalkan ilmu, berbakti pada negeri.
Beberapa bulan terakhir inipun, saya “dipaksa” untuk duduk sejenak. Menelaah berbagai jurnal. Menemukan masalah, merumuskannya dalam bahasa ilmiah. Untuk kemudian menerjemahkannya menjadi bab demi bab yang umumnya disebut dengan penelitian, skripsi.
Kebetulan, saya kuliah dijurusan computing,
tepatnya computer science, Ilmu Komputer di Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia. Bagi mahasiswa ilmu komputer seperti saya, masalah penelitian atau skripsi memang gampang – gampang susah, susah – susah gampang. Karena, bisa jadi masa penelitian ini lebih panjang dari masa kuliah yang umumnya habis ditempuh dalam waktu 3,5 tahun.
Banyak kendala, kata kakak – kakak kelas yang lebih dulu menjadi voulentir untuk mencoba medan ganas yang bernama skripsi. Mulai dari kendala ndak nemu ide, kendala data penelitian, kendala coding, kendala ERD , DFD, sampai kendala dalam menuliskan apa yang ada didalam otak.
more…
Beberapa hari yang lalu, saya dapat pesenan desain yang tidak biasanya.
. Apakah itu . . ? Undangan walimah
, yang bagi saya ini masih merupakan hal yang asing. Apalagi, pernikahan ini bukan pernikahan biasa seperti kebanyakan orang. Subhanallah,
“pernikahan ini kami tujukan untuk syiar”, begitu kata sang pemesan (katanya masih rahasia
). Ya, tidak hanya undangannya. Semua desain pernikahan dibuat sedemikian mungkin bernuansa Islami. Mulai dari desain penataan ruang, konsep acara, sampai kepada hiburannya.
Bagi saya, yang beberapa kali terlibat dalam pernikahan ikhwah
. Baik sebagai tamu undangan
maupun panitia
, selalu saja ada kesan tersendiri dalam setiap prosesi ikatan agung itu. Pernikahan para aktivis dakwah memang selalu unik, banyak kisah dan ibroh yang kita dapatkan. Semuanya menjadi hal yang terkadang diperbincangkan oleh masyarakat awam. Dari mulai hijab dan pemisahan tempat duduk para tamu undangan, nasyid yang disajikan, sampai disembunyikannya pengantin perempuan.
more…
Akhirnya..
pindah ke wp juga
more…
Komentar Terbaru