Archive for » December, 2009 «

December 31st, 2009 | Author: andrik

images

Dengan akal yang diberikan Allah, manusia mampu menghitung pergerakan benda-benda angkasa yang tertib dan pasti. Dengan naluri ingin tahu yang Allah tanamkan, mereka menjelajah tanpa lelah. Kepastian gerak dan ketertiban pola edar tata surya mengilhami mereka untuk dapat membuat catatan waktu, sejarah, dan peristiwa. Termasuk pergantian tahun, yang kita alami malam ini.

Bagi seorang Muslim, bukan pergantian tahun itu yang penting, tetapi per-gantian malam dan siang. Allah menjadikannya sebagai tanda kekuasaannya. Me-renunginya berarti memenuhi sebagian sifat ulil albab dan hamba yang bersyukur (QS. 3;190-191/25;62). “Ia yang menjadikan malam dan siang silih berganti, bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur”.

Bagi seorang Muslim, ia selalu mengaktualisasi dirinya bukan pada musim-musim tahunan atau momentum-momentum, tetapi pada setiap saat dalam kehidupannya serta menjalaninya dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menitnya.

Evaluasi diri tahun yang lalu

Konon, di antara bahan ‘penyesalan’ orang-orang saleh di hari kiamat adalah adanya waktu kosong dalam kehidupan mereka. Tentu saja, mereka tidak mengisinya dengan maksiat. Namun, melihat betapa keberuntungan besar yang disediakan bagi mereka yang memanfaatkan seluruh hidup untuk kepentingan ibadah, jelas ‘penyesalan’ itu menjadi wajar.

Bagaimana Rasulullah SAW. memanfaatkan waktunya secara efisien? Bayangkan, sepanjang sembilan tahun di Madinah, kaum Quraisy melancarkan tak kurang dari 62 kali gempuran besar dan kecil. 27 ghazwah, pertempuran menghadapi mereka yang dipimpinnya langsung. 35 kali sariyah, yang dipimpin para kader sahabat. Artinya, bila ada kata jeda mungkin hanya satu sampai satu setengah bulan. Banyak hadis sahih menginformasikan Rasulullah masih sempat berlomba jalan dengan istrinya. Ada saatnya beliau merangkak dengan anak-anak bermain ceria dipunggungnya. Ada saatnya beliau bercengkerama dengan rakyat jelata. Ini di luar aktivitas memimpin persidangan politik, persidangan kasus-kasus rumah tangga, kriminal, perdata, menyiapkan para calon hakim, diplomat, guru, ulama, tentara, ahli syura, dll. Subhanallah..

Banyak orang hidup dengan usia panjang, kadang seratus tahun. Namun, biografinya ditulis cukup dalam tiga baris: “Bapak/ Ibu X, lahir tanggal sekian, wafat tanggal se-kian”. Terukir apik di batu nisan. Sebaliknya Rasulullah SAW dengan usia 63 tahun qamariyah, sampai sekarang kajian tentang beliau masih terus berlanjut, dari berbagai aspek kehidupan dan kepemimpinannya.

Kenyataan ini menuntut kita untuk mengaudit diri setiap hari: bagaimana caranya agar modal usia yang sudah dijatah tidak terjadi defisit, bahkan sebaliknya, dan keuntungan besar yang selalu diperoleh. Ini memang sulit, karena hal yang sering kali dihindari adalah menghitung diri sendiri.

dan jangan lupa. targetkan yang terbaik untuk setahun kedepan.

Andrik Prastiyono

Dipetik  dari taujih ustad Rahmad Abdullah

Category: Catatan Juang  | Tags:  | Leave a Comment
December 25th, 2009 | Author: AndrikPrastiyono.Net

Dimensi waktu seakan adalah satu penghalang bagiku untuk meraihmu. Aku merindukan saat dimana aku mampu berkata kepada semesta ini. Aku merindukannya, sepertinya. Bahwa ada yang belum tersentuh embun mahligai itu. Ada saat – saat dimana aku merasakan satu kehilangan keduluan dan keakanan yang aku pernah miliki dan rindukan sebelum aku sampai di titik ini. Suatu perasaan rindu yang begitu mengggebu di dalam akal dan otaku hinga kesumsum tulang belakangku, sehingga menjadi refleks bawah sadarku yang menggelorakan otot – otot pembungkus tulangku ini gemetar menantikan saat – saat itu tiba. Membakar darah dan memacu detak jantung untuk mensuplai tenaga keseluruh penjuru organ tubuh, untuk mengejar kerinduan.

Belum pernah aku merasakan ruangan ini terasa begitu luas, hingga jari jemariku seakan tak sanggup untuk meraihnya dalam sekejap, meski kusadari dengan sadar  sesadar – sadarnya bahwa memang di sana butuh perjuangan yang tidak sedikit dan tidak sebentar.

“Aku,” kata Sayyid Quthb, “Tidak lagi takut pada kematian, meskipun ia datang seketika.  Begitu, salah satu ekspresi kerinduan.

Bahkan, syurgapun merindukan calon penghuninya, pembaca qur’an, penjaga lidah, pemberi makan yang kelaparan  dan ahli shaum ramadhan.

Maka, salahkah aku yang merasakan kerinduan ini ?

Aku pasrahkan segalanya kepada Allah SWT, dan aku senantiasa mengharapkan rahmat dan ampunanNya. Adapun tentang hukuman dan siksaanNya, aku tidak resah dan gelisah karenanya. Aku yakin bahwa hukuman itu tepat dan ganjaran itu adil, dan aku sudah membiasakan diri menanggung resiko atas amal perbuatanku, baik itu kebajikan maupun keburukan. Maka sudah barang tentu aku akan menanggung hukuman atas kesalahanku itu di pengadilan Yaumal Hisab…”

“Dengarkanlah aku yang setia di hatimu

Kehadiranmu sungguh berharga bagiku

Maka jangan terlalu lama engkau jauh

Jauh dipandangan mataku”

December 24th, 2009 | Author: andrik

Anasir manusia terdiri dari ruh dan jasad. :wink: Ruh merupakan elemen yang memiliki karakter ketuhanan yang senantiasa mengajak kepada ketinggian. :angel: Sedangkan jasad manusia yang sejatinya terbuat dari tanah selalu mengajak kepada kerendahan sebagaimana sifatnya sebagai tanah. :evil: Pertarungan dan tarik menarik pengaruh antara dua elemen dasar manusia ini menjadikannya selalu berada dalam pilihan. :( Antara melakukan sesuatu yang tercela dan sesuatu yang terpuji. Hal dan perbutan yang tidak terpuji pada hakikatnya adalah kesalahan. Dan ini wajar karena kemanusiaan itu sendiri. Berbeda dengan malaikat yang senantiasa dalam jalan yang lurus untuk menuruti perintah Allah. :woot:

Ialah Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash. Dalam peristiwa Padang Karbala ia adalah eksekutor pembunuhan Husain bin Ali. Ia memimpin 4.000 prajurit. Oleh ‘Ubaidullah bin Ziyad bin Abi Sufyan ia diutus untuk menjadi Gubernur di Ar Rai serta memadamkan pemberontakan di Dailam. Ketika dalam perjalanan ke Ar Rai, ia ditugaskan untuk menghadapi Husain bin Ali yang berangkat ke Kufah. Ketika ia ragu untuk melaksanakan tugas itu, ‘Ubaidullah mengancam Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash akan memecatnya dari jabatannya sebagai gubernur di Ar Rai. Seketika itu juga ia berangkat menghadang Husain.

Ketika Umar berhasil membujuk Husain untuk kembali ke Madinah atau ke tempat lain atau menghadap Yazid bin Mu’awiyah di Syam, ‘Ubaidullah menyetujui hal itu hingga Syamir bin Zil Jausyan merendahkan dan menganggap keputusan ‘Ubaidullah itu sebagai orang lemah di bawah Husain yang kuat.

Lantas, ‘Ubaidullah bin Ziyad mengirim surat kepada Umar bin Sa’ad yang sangat keras dan tegas. Isinya memerintahkan agar Husain dan kawankawannya dikirimkan kepadanya. Jika Husain enggan, ia harus dibunuh oleh Umar. Dan jika ia telah membunuhnya, maka dada dan punggungnya harus diinjakinjak dengan kuda. Jika Umar menolak melaksanakan perintah ini, maka ia akan dipecat dari seluruh jabatannya dan kepemimpinan akan diserahkan kepada Syamir bin Zil Jausyan.

Husain tidak mau menyerah, sehingga satusatunya jalan adalah bertempur. Pertempuran tidak seimbang antara rombongan Husain dan keluarganya melawan pasukan berperalatan lengkap dengan jumlah yang sangat banyak di Padang Karbala. Semua riwayat menyebutkan bahwa anak buah Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash tidak tega membunuh Husain. Walaupun kesempatan membunuh itu datang, mereka lebih suka jika Husain dibunuh oleh orang lain saja. Melihat hal ini, Syamir berang dan memerintahkan para prajurit itu membunuh Husain. Husain diserang dari berbagai penjuru. Zur’ah bin Syuraik memukulnya di tengkuk sehingga Husain terjatuh pingsan. Kemudian datang lelaki edan, Sinan bin Anas, menikam Husain dengan tombak dan memotong kepalanya. Husain tewas dalam usia 55 tahun.

Satu hal yang juga lebih gila lagi adalah bahwa Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash. Ia menyuruh kawankawannya untuk menginjakinjak mayat Husain dengan kuda mereka untuk memenuhi perintah Ibnu Ziyad. Maka remuklah dada dan punggung Husain yang tanpa kepala itu.

Atau, yang lain, misalnya Abdullah bin Zubair, ada beberapa yang perlu kita ketahui dalam rangka pembelajaran. Abdullah bin Zubair bukanlah orang yang mempunyai hubungan yang baik dengan orang lain, bahkan keluarganya sendiri. Saudaranya yang bernama Amru berdiri di barisan musuhmusuhnya, bahkan menjadi panglima pasukan Bani Umayah yang bertugas menyerang Abdullah. Saudaranya yang bernama Mush’ab pun tak luput dari tipu daya Abdullah meskipun ia adalah seorang pahlawan yang gagah berani. Bahkan putraputranya meninggalkannya dan menggabungkan diri kepada pasukan Al Hajjaj.

Abdullah bin Zubair adalah seseorang yang kikir dan bakhil. Bahkan ia masih sangat kikir meskipun ia sedang membangun sebuah kerajaan. Padahal yang ia perlukan adalah kedermawanan untuk menarik hati para pengikutnya.

Abdullah bin Zubair adalah seorang yang egois. Diriwayatkan bahwa ketika ia meruntuhkan ka’bah untuk dibangun kembali, ia mengambil Hajar Aswad dan diletakkan di rumahnya sendiri. Ia kemudian menyuruh membuat lubang pada bagian ka’bah tempat Hajar Aswad tersebut sesuai ukurannya. Dengan ‘cerdasnya’, ia menyuruh putranya yang bernama ‘Ubad untuk memasang Hajar Aswad ketika rakyat sedang shalat zhuhur bersama Abdullah bin Zubair. Ia sengaja memperlama shalatnya agar ‘Ubad leluasa memasang Hajar Aswad di tempatnya. Tentu saja hal ini memancing kemarahan rakyat.

Abdullah bin Zubair telah membangun mahligai kekuasaannya di atas tumpukan bangkai Ahlul Bait. Ketika ia telah berjaya, ia menindas mereka dan diperlakukan dengan sangat kejam. Kekejaman ini telah meningkat ke taraf yang menguncangkan keimanannya sendiri. Ia memperlihatkan permusuhannya dengan Ahlul Bait dengan meninggalkan membaca shalawat atas nabi dalam pidatonya. Ketika ia ditanya tentang hal itu, ia menjawab bahwa ada orangorang jahat yang amat menginginkan nama nabi disebutsebut. Mereka mengangkat kepala bila mendengar nama nabi dibaca orang. Ia juga menyiksa Muhammad bin Al Hanafiah, Abdullah bin Abbas dan dua puluh empat lainnya dari Bani Hasyim agar mereka mau membai’atnya. Namun mereka tidak mau membai’atnya sehingga dipenjara kemudian dibuang. Ibnu Abbas dibuang ke Tha’if hingga meninggal di sana. Muhammad bin Al Hanafiah dibuang ke Bukit Radhwa hingga meninggal di sana.

Abdullah bin Zubair pernah berusaha menyerah kepada Al Hajjaj. Namun ibundanya, Asma’ binti Abu Bakar Ash Shidiq, melarang hal itu sehingga ia urung menyerah. Suatu hal yang menunjukkan bahwa Abdullah bin Zubair bukanlah pejuang sejati.

Ketika akhirnya Abdullah bin Zubair kalah dalam peperangan melawan Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi, kepalanya dikirim ke Khalifah Abdul Malik di Syam dan tubuhnya disalib. Ketika Abdullah bin Umar bin Khathab melihat mayat Abdullah bin Zubair tersalib, ia berkata, “Semoga Allah merahmati engkau, wahai Abu Khabib! Andaikata tidak ada tiga macam sifat pada dirimu, niscaya aku akan berkata, ‘Engkau masih dalam keadaanmu seperti sediakala! Engkau telah melanggar kehormatan Baitul Haram, engkau tergesagesa menimbulkan kekacauan, dan engkau sangat kikir!

Meskipun demikian ia tetap salah seorang putra shahabat terbaik, Abdullah bin Zubair bin Awwam. Sahabat yang tak luput dari kesalahan. Aisyah disebut Ummu Abdullah karena ialah yang mengasuh Abdullah bin Zubair bin Awwam ini ketika kecilnya. Ayahnya, Zubair bin Awwam adalah satu dari enam anggota tim formatur pada masa Khalifah Umar. Abdullah dibesaran dalam rumah tangga Rasulullah.

Apa yang saya paparkan diatas bukanlah bermaksud untuk menelanjangi para shahabat dan thabi’in yang mulia seperti yang dikatakan Hasan Al Bashri bahwa Umar bin Abdul Aziz itu tidak ada apaapanya dibandingkan dengan bulu hidung Mu’awiyah. Akan tetapi, tujuan yang hendak saya capai adalah menunjukkan bahwa meskipun Rasulullah mengatakan dan menjamin bahwa  geberasi terbaik ada pada tiga generasi tersebut, namun tetap saja ada beberapa manusia yang melakukan kekhilafan.

Semua anak Adam itu bersalah,” kata Rasulullah, “Dan sebaikbaik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat.”

Dalam tiga generasi terbaik pun bisa melakukan kesalahan personal. Maka jangan heran jka di dalam generasi yang seperti saat ini ada banyak kesalahan. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa generasi terbaik itu kemudian bangkit untuk menghapus kesalahannya terdahulu. Inilah yang perlu kita contoh dari mereka.

Ekspektasi berlebihan terhadap manusia sering menyadarkan kepada mereka yang berekspektasi bahwa ekspektasinya kepada seseorang adalah kesalahan dan mengalamatkannya dengan sebutan bukan malaikat. Memang benar! Dan ketika ekspektasi itu tertuju kepada para ikhwan, saya hanya bisa mengatakan bahwa [IBM] : Ikhwan Bukan Malaikat, Ikhwan Berwujud Manusia

Maraji’:

Fi Zhilalil Qur’an Jilid 23, Sayyid Quthb

Sejarah dan Kebudayaan Islam Jilid 2, Prof. DR. Ahmad Syalabi

Riyadhus Shalihin jilid 1, Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi

December 24th, 2009 | Author: andrik

andrik-kammipg.: Sebuah group yang kami dedikasikan teruntuk saudara sekalian. Dalam membingkai ukhuwah, kebersamaan dan saling berbagi dalam kebaikan. Sebagai ajang silaturahmi yang teruntai dalam rangkaian kata – kata dalam AndrikPrastiyono.Net.

AndrikPrastiyono.Net hanyalah insan biasa, yang suka nulis, baca buku, melihat langit sore, bertasbih sambil lihat bulan, bintang, awan, laut, burung yang berkicau, dan tak henti untuk terus memahami ilmu-NYA yg luas ini.

Group ini adalah media saya mencurahkan semua hal yang bergumul dalam benak. Baik itu hasil curhat teman, kisah sendiri, teropong mata dan hati serta hikmah buku yang saya baca. Berharap semua yang tertuang membawa manfaat bagi teman-teman :) insyAllah, amiin..

Semoga Kita Bisa Menjadi Sodara!!

Terima Kasih Sudah Silaturohim ke AndrikPrastiyono.Net Community™ :.

Sepenggal kalimat diatas, adalah salam pembuka yang saya sampaikan di board information, dari sebuah group baru yang saya create disebuah situs jejaring sosial, Facebook. Insya Allah, kedepan group ini selain sebagai ajang silaturahmi, tempat menasehati saya, bertukar informasi juga sebagai admin delivery service tentang tulisan – tulisan saya yang ada di blog AndrikPrastiyono.Net ini, langsung ke inbox member. Jadi, ayo buruan gabung, untuk mendapatkan pelayanan istimewa ini. :)

Andrik Prastiyono