Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Hacker dan Cracker
“ilmu hacking adalah ilmu yang tidak terbatas dan tidak berbentuk. Batasan dari sebuah seni hacking hanyalah kreativitas dan pengetahuan dari setiap orang”(Susanto:2005)
Hacking adalah usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringan, sedangkan cracking adalah usaha memasuki secara ilegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah, atau menghancurkan file atau data yang disimpan kompunter-komputer yang ada di jaringan tersebut. Pelaku hacking disebut hacker, sedangkan pelaku cracking disebut cracker.
Pengguna Internet
Sejak diperkenalkannya kepada dunia pada tahun 1972-1973, penggunaan Internet pun meluas tidak hanya pada kalangan khusus (militer pada saat itu). Seiring dengan perkembangannya, orang-orang yang memanfaatkan internet membuat sebuah sistem yang memudahkan peng-akses-an internet oleh masyarakat luas. Sistem ini juga memungkinkan adanya peluang bisnis dalam bidang ini. Hal tersebut ditandai dengan didirikannya provider (penyedia layanan) internet sampai warnet (warung internet).
Banyak penyedia jasa internet ( ISP/Provider ) institusi yang menyediakan jasa layanan koneksi ke internet yang berada di Indonesia contohnya: Melsa, Telkomnet instan, Centrin, Wasantaranet, CBNet, Indosat, dsn lain lain. Dengan banyaknya ISP-ISP, maka organisasi APJII (Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dibentuk. Assosiasi ini berfungsi sebagai pemersatu penyedia jasa layanan ini, sehingga para pengguna Internet dapat terus memanfaatkan Internet untuk keperluan mereka. Pengguna internet secara privat (perorangan maupun organisasi) disebut user.
Organisasi
Dengan maraknya pemanfaatan internet, dibentuklah organisasi yang bergerak dalam bidang internet dan membentuk suatu komunitas yang melakukan pengembangan-pengembangan dalam dunia maya seperti aturan main, teknologi, hukum, aspek sosial, dan lain lain. Komunitas tersebut diantaranya di bawah ini.
ITU – International Telecommunication Union , http://www.itu.int/
ICANN – The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, http://www.icann.org
IANA – Internet Assigned Numbers Authority , http://www.iana.org/
ARIN – American Registry for Internet Numbers, http://www.arin.net/
RIPE NCC Réseaux IP Européens, http://www.ripe.net
Regulasi (Peraturan)
Karena besarnya kemampuan yang dimiliki dunia internet, bermacam- macam bentuk kejahatan dan penyimpangan fungsi terjadi. Oleh karena itu disusunlah sebuah peraturan yang membatasi pergerakan para ‘penjahat internet’ sekaligus untuk memberikan rasa aman pada pengguna internet lainnya. Dengan banyaknya jenis layanan informasi yang disediakan oleh dunia internet, bentuk-bentuk kejahatan maupun tindakan-tindakan amoral dalam kemasan baru pun lahir. Hal ini memang tidak dapat dibendung karena banyaknya kepentingan yang ‘diemban’ oleh Internet. Selanjutnya akan digambarkan kejahatan maupun tindakan amoral yang paling banyak ditemui saat berselancar’ dalam dunia internet.
Karena segi bisnis dan isi pada dunia Internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Modus seperti di atas memang merajalela dibidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan para penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang didapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Metode Penelitian
Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah :
a) Studi literatur terhadap referensi buku tentang keamanan jaringan dan internet
b) Studi literatur dibeberapa media, baik media online maupun media cetak.
c) Studi dialogis dengan beberapa orang yang ahli dibidangnya
Pembahasan
Internet adalah sebuah dunia maya jaringan komputer (interkoneksi) yang terbentuk dari milyaran komputer di seluruh dunia. Teknologi ini dimulai pada pertengahan tahun 70-an pada masa perang dingin dan mencapai puncaknya pada tahun 1994 ketika interface (antarmuka) grafis dan konten/isi dari jaringan tersebut diciptakan dan diperuntukan bagi masyarakat umum agar dapat dipergunakan secara lebih mudah. Internet memungkinkan kita untuk menghilangkan hambatan jarak dan waktu dalam mendapatkan Informasi. Dari segi ekonomi, internet merupakan sebuah jawaban yang sangat efisien, efektif dan relatif murah bila dibandingkan dengan hasil yang akan didapat.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat terutama dalam bidang internet secara langsung mampu menggeser bahkan mengubah sistem dan pola hidup manusia. Perkembangan tersebut memicu munculnya aspek-aspek sosial yang dapat dikatakan baru, atau aspek-aspek sosial lama yang muncul dengan cara baru. Salah satu contoh adalah sumber informasi menjadi lebih beragam dan luas, jarak dan waktu bukan lagi kendala yang utama, munculnya sistem pembelian dan pembayaran on-line, mengadakan rapat secara bersamaan dan langsung dari berbagai tempat, perubahan dalam bidang hukum dan perundangan, pertukaran dan asimilasi nilai-nilai budaya tersebut cepat sampai. Perubahan nilai yang muncul dari aspek sosial internet menuntut pergerakan dengan cepat menyiapkan infrastruktur dan faktor-faktor yang bersangkutan dengan bidang tersebut. Bila tidak kita akan tertinggal, karena internet merupakan salah satu jembatan penting untuk masuk dalam kancah dunia.
Internet telah berkembang hingga mencapai angka yang menakjubkan. Jutaan unit komputer telah terkoneksi diberbagai belahan penjuru dunia. Dari hari ke hari informasi yang terkandung di dalam jaringan Internet tersebut semakin lengkap, akurat dan penting. Informasi telah menjadi suatu aset yang sedemikian berharga sehingga perlu mendapat perlakuan yang lebih spesifik.
Selain itu, kemajuan yang dicapai dalam bidang pengembangan sistem operasi komputer sendiri dan utilitasnya sudah sedemikian jauh di mana tingkat performansi, keandalan dan fleksibilitas software menjadi kriteria utama dalam proses pengembangan software. Dengan semakin penting dan berharganya informasi tersebut dan ditunjang oleh kemajuan pengembangan software, maka akan menarik minat para pembobol (hacker) dan penyusup (intruder) untuk terus bereksperimen guna menemukan dan menggunakan setiap kelemahan yang ada dari konfigurasi sistem informasi yang telah ditetapkan ( Susanto S’to : 2005 ).
Bertolak dari kenyataan di atas, muncul sebuah konsep yang lebih sering disebut dengan Network Security. Pada awalnya, konsep ini menjelaskan lebih banyak mengenai keterjaminan dari sebuah sistem jaringan komputer yang terhubung ke internet terhadap ancaman dan gangguan yang ditujukan kepada sistem tersebut. Cakupan konsep tersebut semakin hari semakin luas sehingga pada saat ini tidak hanya membicarakan masalah keterjaminan jaringan komputer saja, tetapi lebih mengarah pada masalah-masalah keterjaminan sistem jaringan bahkan telah menjadikan Network Security menjadi salah satu titik sentral perhatian pihak militer berbagai negara.
Sebenarnya, masalah Network Security ini timbul dari konektivitas jaringan komputer lokal (intranet) yang kita miliki dengan wide area network (internet). Jadi, selama jaringan lokal komputer kita tidak terhubung kepada wide area network, masalah Network Security tidak begitu penting. Tetapi hal ini bukan berarti bahwa bergabung dengan wide area network adalah suatu hal yang menakutkan dan penuh bahaya. Network Security hanyalah menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul dari konektivitas jaringan komputer lokal kita dengan wide area network.
Secara umum, masalah keamanan di Internet dapat dipandang dari dua sisi penting. Sisi pertama adalah integritas data yang dikirimkan melalui jaringan internet (kita sebut integritas pengiriman data) dan sisi berikutnya adalah tingkat keamanan dalam jaringan komputer itu sendiri (kita sebut sekuriti jaringan internal)
Hasil
Peralatan komunikasi ke dunia luar melalui port. Tiap komputer terdiri atas 65535 port. Kita dapat membayangkan port ini sebagai kotak surat. Tiap kotak surat memiliki alamat yang berbeda-beda. Apabila sebuah program ingin mengirimkan data ke komputer lain, ia harus mengirimnya melalui nomor port yang spesifik. Kemudian, komputer yang akan menerimanya juga harus menjalankan program yang telah diatur untuk menerima data dari port yang telah ditentukan. Dengan demikian data yang dikirim tadi dapat dibaca oleh komputer yang lainnya.
Dalam dunia nyata, prosesnya tidak sesederhana itu. Kondisi port yang “terbuka” justru bisa dimanfaatkan para hacker untuk melakukan akses illegal terhadap PC kita. Untuk itulah dibuat firewall. Firewall berfungsi untuk menutup port yang tidak dapat digunakan dan mengontrol penggunaan port aktif dari orang yang tidak berhak.
Setelah menginstal dan mengonfigurasi firewall,kita perlu melakukan pengujian untuk memastikan keamanannya. Berikut adalah langkah untuk menguji seberapa aman PC yang kita miliki.
- Buka browser dan jelajahi situs www.grc.com/x/ne.dll?bh0bkyd2
- Setelah halaman web terbuka, klik tombol [Proceed].
- Klik link [All Service Ports] untuk memulai scan.
- Tak lama kemudian akan muncul jendela yang menguji tingkat keamanan web kita. Jika terdeteksi baik maka akan muncul blok berwarna hijau atau biru. Namun jika ditemukan adanya port yang terbuka dan membahayakan, maka akan ditandai dengan warna merah.
- Selanjutnya, lakukan tindakan konfigurasi pada firewall untuk menutup celah yang ditemukan.
Cara di atas sangat efektif jika ingin mengamankan PC pribadi. Jika kebetulan kita menggunakan dan memiliki jaringan dengan jumlah komputer yang banyak lalu menggunakan cara di atas, tentu sangat merepotkan. Solusinya adalah dengan menggunakan software Axence Net Tools. Aplikasi ini dapat memindai semua port pada PC yang terhubung ke jaringan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengamankan jaringan kita:
- Download dan install Axence Net Tools di situs www.axencesoftware.com/index.php?action=FreeNT
- Setelah menginstall Axence Net Tools, klik tombol Start, ketik nettools pada kolom pencarian dan tekan Enter.
- Setelah Net Tools terbuka, klik opsi [Scan Host].
- Pada boks Address, ketik localhost. Jika ingin melakukan scanning terhadap komputer lain di dalam jaringan, ketikkan alamat IP-nya pada boks ini.
- Atur port yang akan di scan. Di Net Tools kita memiliki lima opsi: Services, Ports (Well known), Ports (Well known-extended), Ports (Range), and Ports (Trojans). Pilih Ports (Range) untuk memindai semua port.
- Tekan tombol [Scan] yang terdapat di sebelah kotak alamat.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian yang telah dipaparkan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa keamanan data selama kita berselancar didunia maya adalah sangat riskan. Banyak hacker, cracker dan intruder yang mengancam keamanan data tersebut. Bentuk ancamannya bisa berupa perusakan data, penyusupan, perubahan data sampai pencurian data. Maka, mengamankan data pengguna selama berselancar didunia maya adalah sebuah keniscayaan bagi para pengguna internet. Apalagi, saat ini, transaksi – transaksi penting juga sudah mulai menggunakan internet sebagai media perantara.
Metode pengamanan data diinternetpun, sampai sekarang tidak bisa dipatenkan. Karena dengan seiring berkembangnya teknologi, maka metode – metode itu juga akan terus berkembang. Saling berkejaran antara metode untuk merusak dan metode untuk mengamankannya. Namun, secara umum, cara yang dapat digunakan untuk mengamankan data didunia maya adalah dengan meminimalisir terbukanya port atau gerbang yang dapat mengundang para perusak memasukinya.
Saran
Saran yang bisa penulis berikan kepada pembaca atau pengguna internet adalah sebagai berikut :
- Selalu berhati – hati dan teliti saat memasukan data – data penting dan sensitif di dunia maya.
- Melakukan pengamanan komputer pribadi maupun jaringan yang terhubung dengan internet.
- Jangan mudah percaya dengan iklan atau tampilan – tampilan yang asing di internet.
Daftar Pustaka
http://andrikprastiyono.net/mengamankan-diri-didunia -maya/
http://ilmukomputer.org/tips-aman-berselancar-didunia-maya
http://teknologiNET.com/Uji-kemanan-akses-internet
http://wikipedia.org/sejarah-internet
Susanto,2005,Seni Teknik Hacking 1, Jakarta:Jasakom Publishing
Susanto,2007,Wireless Kung Fu Networking & Hacking, Jakarta:Jasakom Publishing
Komentar Terbaru