Dari sucinya hati seorang wanita, terpelihara/
Biar badai menerjang/
Kembangmu tetap indah/
Dari nur keimanan menjulang di jiwamu asuhan ayah bunda./
Dalam perjalanan perjuangan Islam, wanita memiliki peranan yang penting dan menjadi faktor penentu keberhasilan da’wah yang dilakukan pada saat itu. Masih kuat dalam ingatan kita bagaimana ibunda Khadijah radhiyallahu anha memberikan dukungan dan curahan pengorbanan berupa harta yang melimpah kepada Rasulullah SAW untuk digunakan di jalan da’wah, ia menjadi pendamping yang setia dan penghibur dikala susah ketika Rasulullah SAW mengalami cobaan penghinaan, pengucilan, dan penyiksaan yang dilakukan oleh para musuhnya.
Pada masa yang lain, kita juga masih ingat bagaimana Asma’ radhiyallahu anha, anak yang paling disayangi dan dicintai oleh ayahnya Abu Bakar radhiyallahu anhu melayani Rasulullah SAW dan ayahnya untuk mengantarkan makanan pada setiap harinya dengan kondisi medan yang dilalui begitu terjal dan berbatu, ditambah dengan kondisi fisik yang sedang hamil tua ketika keduanya sedang melakukan persembunyian di gua hira’ sebagai upaya strategi untuk melakukan misi hijrah ke Yatsrib (Madinah) yang dengan pengorbanan dan kerja kerasnya sehingga ia dikenal dengan Dzatu an-Nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang).
atau..
Abbas As Sisi mengisahkan tentang seorang ikhwah yang baru dikenalnya di sel penjara. Ikhwah yang baru dikenalnya adalah seorang yang berakhlaq halus. Ia menyebut akhlaq halus itu sebagai puisi jiwa Islam.
Sejak sang ikhwah ini dipenjara, tokonya ditutup, dan ia tidak mempunyai sumber rezeki lagi untuknya dan anak-anaknya. Isterinya yang setia bangkit untuk menggantikan tugas suci ini. Ia pergi ke pasar setelah subuh meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil bersama saudaranya yang sudah dewasa untuk berjualan biji-bijian. Ia pun memelihara burung di rumahnya. Allah memberikan rezekinya yang baik kepada mereka.
Sehingga jika ia bersama anak-anaknya membesuk suaminya, ia selalu mebawa makanan dan buah-buahan yang membuat suaminya tenang dan tenteram.
Begitulah ia, apalagi ditambah rintangan-rintangan dan kepenatan pasar, ini merupakan teladan hidup yaitu seorang isteri muslimah yang setia terhadap suaminya pada masa-masa cobaannya.
lalu bagaimana dengan bunga – bunga dizaman ini ?












Komentar Terbaru