Archive for » January, 2009 «

January 22nd, 2009 | Author: andrik
Alhamdulillah, sampai saat ini saya baik – baik saja. Hari ini tepat 4 hari saya berada ditempat peristirahatan. KKN, sebuah program wajib dari fakultas saya, untuk bisa meraih gelar S1. Normalnya, kegiatan ini akan berakhir 8 februari nanti. Entahlah, mitos yang beredar sebelum saya berangkat, memang program diluar kampus ini menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian besar mahasiswa. Tak terkecuali bagi para ikhwah.
Tapi, sekali lagi, Alhamdulillah, sampai saat ini saya baik – baik saja. Sholat jamaah, alhamdulillah tak ada yang terlewatkan. Bahkan sholat – sholat lail, kami menjadi lebih hidup. Tilawah 1 juz, terpenuhi dengan tanpa beban harus melaporkan secara pekanan. Pun demikian juga dengan dzikir pagi dan petang, alhamdulillah, tak ada yang terlewatkan. Bahkan dibanyak kesempatan, terasa jauh lebih khusyuk.
Mengapa ? karena, disini antum akan berada dalam sebuah lingkungan plural yang menuntut kadar interaksi yang sangat intens, sekaligus mengharuskan antum, mau tidak mau untuk menjadi kader yang imun terhadap virus – virus dari luar. Bukan oleh, kajian senin sore atau halaqoh pekanan antum. Tapi oleh kemampuan antum sendiri, atau kita lebih mengenalnya dengan tarbiyah dzatiyah.

Memang secara umum, kegiatan – kegiatan KKN ini padat, bahkan sangat padat. Mulai jam 07.00 pagi sampai jam 21.00 malam. Itu formalnya yang tertulis dalam jadwal kegiatan. Tapi, demi Allah, bagi antum yang telah terbiasa syuro jam 6 pagi. Bagi antum yang telah terbiasa mengelola event – event dakwah dalam skala besar, maka KKN ini tidak ada apa – apanya. Akan antum temui banyak waktu luang dalam sela – sela kegiatan itu. Akan antum temui, jaminan logistik disini. Sehingga, bagi saya, KKN ini tak lebihnya sebagai tempat untuk beristirahat. Tidak ada syuro, tidak ada amanah, tidak ada halaqoh. Memperbaiki amalan yaumi. Menajamkan hafalan. Belajar bermuamalah dengan baik dengan manusia. Dari yang paling kanan sampai paling kiri. Dari kaum elit sampai kaum proletar. Seperti apa nanti setelah saya kembali ? lihat saja perubahannya.

untuk menyiapkan sebuah gelombang, kadang kita perlu berdiam diri dulu.
karna itulah yang dilakukan gelombang laut pasang, ataupun tsunami.

Pengungsian “Blitar”, 22 januari 09

January 16th, 2009 | Author: andrik
Ada sementara orang yang mengatakan, “KAMMI adalah dakwah politik. Para kader pengusungnyapun adalah para politikus. Dan karenanya, tentu mereka memiliki kepentingan politik dibalik dakwahnya itu. “
Saya sendiri tidak tahu, sampai kapan, kita akan mereduksi sendiri makna Islam ? Ketika kita mengaku ber-Islam, namun disisi yang lain menafikan keberadaanya. Memenjarakan Islam hanya dalam rakaat – rakaat kosong tanpa makna. Istigfar yang butuh kepada istigfar, demikian kata Rabi’ah Al-Adawiyah. Jika Islam bukanlah sesuatu yang bukan politik, bukan sosial, bukan ekonomi dan bukan peradaban, lantas apa Islam itu ?
Islam kami, bukanlah Islam sebagaimana pemahaman yang dikehendaki musuh Allah, agar umat Islam terkurung dan terikat didalamnya. Kami meyakini bahwasanya, seorang muslim tidak akan sempurna keIslamannya kecuali jika ia seorang politisi. Politisi yang memiliki pandangan jauh kedepan. Memiliki kepedulian yang besar terhadap permasalahan ummat. Maka, sebuah keniscayaan pada sebuah barisan Islam untuk menegaskan kepeduliannya terhadap persoalan politik ummat.

Kami menyadari, bahwa politik adalah permasalahan ummat yang telah masuk kedalam wilayah abu – abu. Ibarat lumpur kotor. Untuk membersihkannya, maka tidak cukup hanya dengan hujatan. Singsingkan lengan baju, dan ambil sapu, lalu kami kerjakan semampu kami. Terciprat kotoran? Sudah menjadi resiko. Maka, sering – sering membersihkan diri adalah sebuah kebutuhan mendasar bagi seorang politikus.

Akhir kata, politik , bagi dakwah bukanlah sebuah tujuan akhir. Bukan pula, sebuah jebakan manhaj kufur yang kita terjebak dilubang gelap jika mengikutinya. Bukan, politik terlalu sederhana untuk dijadikan segalanya. Bagi dakwah, politik hanyalah sebuah medan pertempuran yang kebetulan kini sedang dipilih oleh musuh dakwah. Dan dakwah kAMMI, dengan jiwa ksatria sedang berkata, “ Pilihlah dimanapun tempat kita akan berlaga. Dan, dengan ijin Allah, maka kami pasti akan memenangkannya ! Allahu Akbar!!!”

Category: Computer Science  | 3 Comments
January 16th, 2009 | Author: andrik

“ Kami adalah politisi yang piawai mengalahkan muslihat musuh dan yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat “. [ Kredo Gerakan KAMMI ].

Ada wajah – wajah yang bersih yang tak pernah mengajak kepada menggunjing, memfitnah, dan sibuk dengan aib orang lain. Betapa masih sangat segar diingatan ini, tatkala dalam setiap majelis, mereka menyambut dengan ucapan, “Akhi, ta’ala nu’minu saa’ah…saudaraku, mari sejenak kita beriman”. Dan, bersama kami terbang, memuliakan dan dimuliakan dalam tempat yang dinaungi sayap malaikat.

Saya akan merindukan wajah – wajah ini, suatu saat nanti. Yang sebelumnya tidak saling mengenal, lalu Allah mempersaudarakan dalam Departemen Kajian Strategis ini. Baru dalam sebuah majelis syuro’ kami bertatap muka. Tapi hati rasanya sudah akrab, dan lisan tak tahan untuk segera melempar senyum dan beruluk salam

Ya, merekalah wajah – wajah keimanan. Seperti yang digambarkan Rasulullah, yang satu dengan yang lain saling menjadi cermin, untuk mengingatkan. Ada banyak inspirasi shalih saat memandang mereka. Ada energi isi ulang, ada ide cemerlang, ada gambaran kemenangan gemilang saat memandang keteduhan wajah – wajah itu, subhanallah.

Ijinkan saya memperkenalkan mereka kepada antum, agar kemudian wajah – wajah keimanan itu senantiasa membawa kebermanfaatan. Beliaulah, Akhina Taufik (DPM FIA 2007/2008), partner saya yang dengan pemikiran – pemikiran beliaulah, banyak ide – ide besar Kastrat Lahir. Beliaulah, Akhina Wahyu (Presiden BEM FIA 2008/2009), yang meskipun sebentar, telah menyumbangkan kontribusi untuk membesarkan KAMMI. Beliaulah, Ukhti Nina (DPM FE 2007/2008), sekretaris departemen saya yang dengan sabar dan cekatan mengerjakan amanah – amanah kesekretariatan. Beliaulah, Ukhti Laili (Mentri PSDM BEM FTP 2008/2009), yang telah menyempatkan waktu dan pikiran serta tenaganya untuk KAMMI ditengah – tengah kesibukannya sebagai seorang mentri. Beliaulah, Ukhti Risa (Ibunya Siyasi FE), yang dengan kebijaksanaanya, sering menjadi penengah kami tatkala diskusi sudah mulai memanas. Beliaulah, Ukhti Friska (FIA 2007), adek kami yang cerdas, seorang pembelajar sejati, dan pejuang yang tangguh. Karena Antum semualah Departemen Kajian Strategis ini ada. Semoga Allah memberikan balasan yang seindah janjinya dalam Al Qur’an. Jazakumullah ‘ahsanal jaza’.
Semoga pendar – pendar cahaya wajah keimanan mereka semakin bersinar. Layaknya wajah Muhammad, yang membuat manusia merasa berharga menyertainya menghadap Allah nanti. Amin.